Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

I.M : 10 ✔️

79.9K 6.2K 66
                                        

Episode 10.



Semua bodyguard menodongkan pistol ke arah Acavella, Acavella sendiri juga menodongkan pistol pada bos besar mereka..

"fangxia ta, fouze ni de tou hui kongdong de!"

turunkan, atau kepalamu akan berlubang!

Acavella tersenyum tipis di balik helm nya.

Tuk.

Ia sengaja menjatuhkan pistolnya dan langsung mengangkat kedua tangannya ke udara, menatap pria yang menatapnya dengan datar di depannya.

"ni shi shie?"ucap seseorang yang di kenal sebagai bos besar mereka.

siapa kau?

"Dajia chuqu!"perintah salah satu tangan kanan bos besar itu.

Semuanya, keluar!

Semua bodyguard keluar dari mansion dan menutup Kembali pintu mansion, mereka yang mendapatkan luka pukul segera mendapat pengobatan.

"are you not chinese?"tanya salah satu tangan kanan bos besar itu lagi.

Acavella menurunkan tangannya, ia berjalan maju membuat tiga tangan kanan bos besar itu semakin menodongkan pistol mereka.

Padahal niat Acavella hanya ingin duduk di sofa empuk di depannya, ia melewati bos besar begitu saja dan langsung selonjor di sofa.

Mereka semua saling tatap, bos besar ikut duduk di depan nya dan menatapnya dengan datar.

"who—"

Ucapannya terpotong karna melihat dua tangan kanannya yang membuka langsung helm Acavella.

Acavella memejamkan matanya karna helm itu di buka secara kasar membuat rambutnya berantakan.

Ia berdecak, menoleh ke kanan dan kiri "pelan-pelan dong buka helmnya paman kembar!"cibirnya.

Ia merapihkan tataan rambutnya, menoleh ke...Serena? Yang sedang mematung menatap Acavella.

"kau tidak menawari ku minum?"

"yaa? Aaahh, i-iya..no-nona ingin minum apa?"tanyanya, ia masih terkejut dengan kedatangan Acavella yang tiba-tiba.

"ice coklat."

Serena mengangguk dan izin mundur diri..Zayden, ia menatap Acavella dalam.

Ia menghelai nafas "bagaimana keponakanku bisa tau keberadaan ku?"

"kenapa kau mengunjungi Om?"

Pertanyaan Zayden membuat acavella menatapnya kesal.

Brak.

Ia membanting sedikit toples kaca yang tadi ia ambil berniat untuk mengambil biskuit di dalamnya.

Zayden, Ziro dan Zigo terkejut karna Acavella membanting toples kaca itu di meja kayu secara tiba-tiba.

"ada apa?"tanya Zayden khawatir.

"om hanya bertanya kenap—"

"bagaimana bisa kau berkata seperti itu?"tanya Acavella dengan nada dingin.

Si kembar z menelan salivanya dengan susah, bagaimana bisa nona mudanya ini tidak berubah? Ia selalu bersikap seperti dulu, aura ceria dan dingin di waktu besamaan.

"apa maksud mu Acavella?"tanya Zayden lagi.

Serena yang baru datang langsung bergidik karna aura dingin yang ia rasakan.

its me {LENGKAP}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang