Episode 23.
Seminggu setelah pengambilan rapot berlalu, kini Acavella hanya merebahkan dirinya di kasur empuk sambil menonton film action.
Tok..tok.
Acavella bangkit dari tidurannya, ia berjalan perlahan dan membuka pintu.
Terlihat salah satu maid yang berdiri di depan pintu Acavella dengan gugup "kenapa bi?"
"a-anu non...i-itu di bawah.."
Acavella menatap maid tersebut dengan satu alis terangkat "tenang bi, bicara pelan-pelan aja."
Maid itu seketika langsung membungkuk meminta maaf "maaf nona."
"tak apa..."
"tuan besar menyuruh nona untuk ke bawah."
Ucapan maid itu membuat Acavella mengerutu bingung "ngapain?"
"di bawah ada tuan zayden non."
Mata Acavella sedikit membulat mendengarnya "makasih bi"ia langsung bergegas turun menuju ruang keluarga.
Langkahnya yang tadinya terburu-buru kini di perlambat karna melihat Ardika, Sandri dan juga Zayden saling tatap dengan tatapan kemusuhan.
Acavella menatap Jevran yang ada di sana, Jevran juga menatap Acavella.
Acavella menggerakan mata dan alisnya isyarat bertanya tapi jawaban Jevran malah menggeleng dengan wajah tak mengerti juga.
"Acavella...sini."
Acavella langsung menatap Ardika dan berjalan duduk di samping Jevran.
"kenapa yah?"
Ardika menghelai nafas "apa yang om kamu lakukan semasa kamu nginap di rumahnya?"
Pertanyaan Ardika membuat Acavella menatap pria itu dengan bingung, apa maksudnya?
Memang....beberapa kali Acavella meminta izin untuk menginap di mansion Zayden sekedar bermain saja, dan itu juga hanya menginap dua hari satu malam, tak pernah lebih.
"maksud ayah?....aku engga ngerti"jujurnya.
Sandri menyerahkan sebuah dokumen pada Acavella "om kamu sepertinya sudah sinting!"ketusnya.
Acavella mengambil dokumen itu, ia mengeluarkan kertas dari sampul map berwarna coklat dan melihatnya dengan teliti.
Jevran yang ada di sampingnya langsung berdempet ke Acavella guna ikut membaca juga.
Jevran membelakan matanya menatap kedua orangtuanya dan Zayden secara bergantian, ia menutup mulutnya tak percaya.
"ini....beneran?"gumamnya.
Acavella menghelai nafas, ia menaruh berkas itu di meja Kembali, menyenderkan badannya dan menatap mereka dengan santai
"memang.."
Ucapan Acavella membuat mereka yang ada di ruang keluarga menatapnya dengan bingung sekaligus terkejut.
"apa maksud lo?"linglung Jevran, ia tak memahami situasi ini.
"saya memang anak biologi dady Zayden, anak tante kan sudah tidak ada saat melahirkan"jawabnya dengan santai.
Sandri berdiri dari duduknya, air matanya sudah mengalir begitu saja "APA MAKSUD KAMU ACAVELLA? KAMU ANAK SAYA! BUKAN ANAK ZAYDEN!"
Acavella mendongakkan kepalanya menatap Sandri "tante..saya tegaskan lagi! Saya Acavella Aurora anak biologi Zayden dan Sandra, bukan anak biologi Ardika dan Sandri!"
KAMU SEDANG MEMBACA
its me {LENGKAP}
Romancedivoteee gussy bagi yang udah baca... sebelum itu sabi kali yaa, buat ikutin akun author, vote juga kalo udah di mampir yaa✌🏻✌🏻✌🏻 ~~~~~~~~~~~~~~ its me yang berarti adalah ini aku, cerita bergenre fantasi tersebut mengisahkan tentang seorang gadi...
