"Sebesar apapun kebaikan, kesalahan tetap akan di pandang sebagai kecacatan."
-Zee
•
IG: zee_antagonist
Tiktok : zee_antagonist

•
•
-o0o-
"
Nggak mau gue," cetus Lyara ketika di ajak untuk memesan makanan bersama Jayden.
"Anak setan, giliran Lo sekarang malah pura-pura bego," ujar Jayden menatap jengah sepupu jauh nya itu.
Quen memperhatikan perdebatan mereka dalam diam, bangkit dan memutuskan untuk memesan makanan.
Menunggu mereka selesai berdebat hanya akan menghabiskan waktu, bersikap tegas dalam beberapa situasi diperlukan.
Evan mengikuti nya.
Quen memperhatikan menu makanan, "Biasanya mereka memesan apa?" tanyanya melirik Evan.
"Mau pesen apa dek?" tanya ibu kantin.
"Mie ayam 3, nasi goreng bakso satu, nasi goreng sefood satu, milkshake coklat 3 dan milkshake strawberry 2," pesan Evan kepada ibu Kantin tersebut.
"Untuk meja nomor 12. Mie ayam tiga, nasi goreng satu. Minuman nya milkshake coklat tiga dengan strawberry dua, terimakasih buk." pesan Evan dengan sopan kemudian menarik Quen menuju mejanya.Hanya begitu? Aku kira kita akan mengambil sendiri seperti yang aku lakukan ketika berada di high school Amerika, di kantin makanan sudah tersedia kita hanya perlu mengambil dengan piring yang juga sudah tersedia
Quen pikir, cara pemesanan nya dengan mengambil sendiri seperti kantin High school Amerika.
"Tidak ada satupun memori yang kau ingat?" tanya Evan ketika sudah duduk kembali di meja tadi.
Quen menoleh menatap Evan, "Aku hanya mengingat pelajaran, serta hobi selebihnya lupa atau hanya sekilas," jelasnya singkat.
Semalam, ketika mengecek pembelajaran hari ini. Seperti data yang tersimpan, semuanya mengalir begitu saja di dalam otak Quen.
Hobi yang disukai oleh Quensha adalah melukis gambar dengan abstrak, seolah menuangkan segala perasaan nya dalam lukisan tersebut.
Namun ketika melihat nama makanan, Quen sama sekali tidak diberi petunjuk.
Jayden memijit pelan pelipis Quen, "Kenapa jadi gitu ya?" ujarnya pelan.
"Keknya emang ada yang sengaja nyabotase mobil lo deh,gedek gue Ama tu orang," celetuk Lyara menggebu-gebu dengan penuh emosi.
Lyara menepuk pelan meja, "Serius gue masih dongkol sama orang yang nyabotasi mobil lo, mikir nggak sih kalau hal tersebut bahayain nyawa orang," dengusnya kesal.
Quen hanya diam, tidak menanggapi. Karena belum mendapatkan jejak bukti.
"Quensha!" Panggil seseorang membuat semua atensi dimeja tersebut teralihkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zee Antagonist [END]
Fantasy⚠️WARNING! TYPO BERTEBARAN.⚠️ Proses revisi sedang berjalan.‼️ Perjalanan Zee di tubuh Ensha. Manipulator selalu akan merangkap menjadi korban yang tidak mengetahui apapun. Mengelabuhi seperti pada koruptor yang haus dan naif. Cerita ini menggambark...
![Zee Antagonist [END]](https://img.wattpad.com/cover/274882110-64-k387378.jpg)