[17. Fucking ] 👿

69.7K 4.8K 68
                                        

"Bertahan di lingkungan yang toxic hanya akan menguras energi positif mu."
-Zee

IG : zee_antagonist

"-Zee•IG : zee_antagonist•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


-o0o-

"Goza aktif banget tau Quen, dia tuh nggak bisa diem bahkan ya tanaman mami jadi rusak," lanjut Ayla bercerita antusias pada Quen seolah mengadu hal seru pada ibunya.

Lyara memukul meja kantin itu, "Anjir, gue di posisi Ayla pasti di marah-marahin. Belum lagi banding-bandingin sama anak tetangga. Ending nya ya kena mental gue," timpalnya meringis lirih mengingat jika Bobonya merusak tanaman sang mommy.

"Tapi mami baik kok, dia bilang gini 'lain kali Gozanya di ajak main jauh ya, ntar tanaman mami rusak lagi' udah deh," jawab Ayla antusias sembari nyemil permen lollipop yang di belikan Evan.

Jayden bersimpati, menepuk pundak Lyara pelan, "Sabar prend, Kanjeng ratunya Ayla langka tapi the power of emak-emak kita legend dan mendunia," Jayden memberi semangat.

"Cari nyokap kek nyokap Ayla dimana sih? Jadi pengen chekout," tutur Lyara tersenyum pedih seolah tertekan karena sikap maknya yang tidak berbeda jauh dengan mak-mak Indonesia lainnya.

"Limited edition, sulit dicari dan langka ditemukan," timpal Jayden bijak.

Quen hanya terkekeh geli dengan topik random mereka. Mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin, suasana yang ramai.

Namun, Quen tidak menemukan seseorang yang di carinya.

Ketika Quen bangkit dari duduknya, ia merasa seolah perhatian para pengunjung kantin mengarah padanya.

Saat mendongak, ternyata benar mereka seolah menantikan apa yang akan Quen lakukan.

Mungkin yang ada dipikiran mereka, Quen akan bertindak Implusif dengan melabrak Dania.

"Mau kemana mbak?" Jayden penasaran menatap Quen.

Quen tersenyum lebar, "Perpustakaan," balasnya singkat

Lyara tersenyum menggoda, "Ohh cari doi toh, lanjut kak," timpal nya terkekeh geli.

Quen menatap malas mereka, kemudian berjalan keluar kantin membuat banyak pertanyaan bagi siswa lain terutama inti Avarelic.

Setibanya di perpustakaan, Quen menemukan Rioz di kursi pojok. Seperti biasa, dia menghampiri Rioz dan duduk dengan tenang.

Tapi tidak lama Quen kembali bangkit, membuat Rioz manatapnya.

"Kemana?" tanya Rioz membuat Quen refleks menatap.

"Cari buku," jawab Quen singkat setelah itu berlalu menuju rak-rak perpustakaan.

Quen mengambil buku tentang psikologi, entah lah dia hanya ingin membaca.

Ketika kembali, Rioz sudah tidak ada di tempat nya. Quen hanya mengangkat bahu acuh, dan melanjutkan aktivitas membaca.

Zee Antagonist [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang