7. Temu Keluarga

9.8K 749 39
                                        

 Bandung benar, kalau Nismara tidak memperbaiki penampilannya saat itu dia yang akan benar-benar sangat malu. Siapa sangka kalau lelaki mesum itu ternyata anak dari seorang aktris sinetron terkenal yang suka Emak tonton setiap malam.

  Saat pertama kali Nismara tiba di ruang tamu, perempuan yang dikenal karena peran antagonisnya itu langsung menatap Nismara dengan tajam. Langsung saja membuat Nismara ciut seketika. Sedangkan ketiga temannya malah haha-hihi kesenangan karena baru pertama kali lihat artis. Bandung bahkan dengan hebohnya memamerkan buku catatan yang sudah diberi tanda tangan.

  Nismara menoleh pada Abah, raut wajahnya masih penuh ketegangan. Tanpa sadar dia meremas ujung pakaiannya sebelum akhirnya duduk di samping Arjuna. Abangnya itu langsung merangkul Nismara dan membisikkan beragam kalimat lembut yang menguatkan.

  "Jadi ini menantu Mama?"

  Nismara bisa merasakan jantungnya berdebar keras. Mengingat betapa tidak logisnya peran antagonis di sinetron. Kenapa takdirnya juga benar-benar tidak logis, Ya Tuhan?!

  Mungkin karena merasakan ketegangan Nismara, perempuan bernama lengkap Anggita Yunira itu tersenyum lembut kemudian melirik anak lelakinya dengan menuntut. "Kok kamu enggak bilang ke Mama kalau istri kamu secantik ini sih, Cakka?"

  "Mama enggak nanya." Cakka menjawab tanpa ekspresi. 

  Anggita memutar bola matanya, nampak jengah dengan sikap acuh tak acuh Cakka. "Maaf ya sayang, Cakka emang suka kurang ajar. Turunan dari Papanya hahaha.." Anggita menepuk paha suaminya, Bram wijaya, yang katanya seorang pilot.

  Apa nih? Ini pertama kalinya Nismara melihat antagonis tertawa ngakak kayak gitu. Sumpah, rasanya jauh lebih menakutkan dibanding saat dia tengah merancang siasat untuk menghancurkan kisah cinta sang protagonis.

  Anggita berdeham canggung. "Mama udah denger semua ceritanya dari Cakka, Abah kamu sama teman-teman kamu. Secara pribadi Mama minta maaf atas perbuatan Cakka sama kamu." Nismara mengangguk pelan, tanpa sadar semakin beringsut ke arah Arjuna.

  "Kamu bisa minta apa saja agar setidaknya hati kamu bisa sedikit tentram,” lanjut Anggita.

  "Apa saja?" Nismara langsung berbinar saat itu juga.

  "Iya, apa saja," Anggita mengiyakan.

  Apa saja 'kan? Jadi Nismara akan meminta apa yang memang dia inginkan sejak awal. "Boleh kita cerai aja, Tante?"

  Semua orang langsung tersentak. Tak terkecuali Cakka, lelaki itu yang bereaksi paling parah. Bahkan Nismara bisa melihat gurat membiru tatkala Cakka mengepalkan kedua tangannya. Kenapa Cakka bereaksi seperti itu?

  "Kenapa sayang? Ada yang kurang dari anak Mama? Dia kurang ganteng? Kurang macho? Kurang tahan lama?"

  Binar langsung berteriak heboh begitu terlontar pertanyaan terakhir. Dan nampaknya Anggita juga salah paham. Dia lalu menatap suaminya dengan gelisah. "Pah, cepet cari merk obat kuat paling bagus, Pah!!"

  Cakka menggelengkan kepala panik melihat ibunya. "Ma!!"

  "Apa?! Astaga Cakka kamu benar-benar mempermalukan Papa sama Mama kamu, tau enggak? Mama enggak pernah nyangka kalau kamu loyo kayak gitu, percuma badan macho kalau isinya kayak permen gulali."

  Nismara hampir terbahak mendengar perkataan Anggita namun dia masih memiliki sopan santun untuk tidak melakukannya. Berbeda sekali dengan Bandung yang sudah hampir terjengkang karena ngakak sedang Arjuna hanya menyeringai. 

  "Mama enggak mau tau kamu harus konsultasi sama dokter, jangan malu-maluin Mama!"

  Nismara merasa kasihan pada Cakka. Lihat saja lelaki itu sudah mendesah lelah karena sudah didzolimi oleh Mamanya sendiri. Tak ingin kesalahpahaman ini semakin mengeruh. "Tante, bukan itu, pernikahan kita itu karena kesalahpahaman aja, tante juga sudah tahu gimana cerita lengkapnya. Lagipula kita belum lakuin anu-anu jadi bisakah aku sama Cakka cerai aja tante?"

Cakka dan Kata MerekaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang