Pada akhirnya Nismara memilih untuk menginap di tempat Arjuna demi mendinginkan kepalanya. Nismara takut kalau dia pulang ke apartemen dan bertemu Cakka, mereka akan kembali bertengkar. Lebih tepatnya sih Nismara takut kalau dia akan kembali menonjok wajah Cakka habis-habisan. Apalagi mengingat betapa menyebalkannya komentar pedas yang masuk ke media sosial Nismara mengenai masalah Karina, Nismara sudah sangat-sangat gatal ingin menggaruk muka orang.
Makanya Nismara lebih memilih menjauh dan memberi dirinya waktu untuk berpikir. Setidaknya Nismara bisa memutuskan apa yang akan dia lakukan setelah ini dan Cakka juga bisa memikirkan hal yang sama.
Tapi sepertinya Nismara tidak bisa melanjutkan sesi marahnya lagi, karena tepat pukul sembilan pagi Nismara mendapat telpon kalau Cakka masuk rumah sakit.
Bahkan tanpa sempat memakai sepatunya dengan benar Nismara langsung meluncur pergi. Arjuna sempat menanyakan apa yang terjadi, tapi Nismara abai. Dia sudah terlalu panik. Nismara takut kalau terjadi sesuatu yang buruk pada Cakka. Apalagi dengan riwayat pertengkaran mereka kemarin.
Tunggu!
Cakka tidak mungkin gegar otak karena tonjokkan Nismara 'kan?
"Nismara disini!" Seru Wita saat Nismara sampai di depan lorong rumah sakit. Nismara langsung saja berlari mendekatinya.
"Mana Cakka? Dia enggak kenapa-napa 'kan?" Berondong Nismara khawatir.
Seno menggeleng. "Dia kena radang usus buntu akut."
"Usus buntu?" Beo Nismara.
"Iya, kayaknya sih gejalanya udah agak lama tapi enggak tahu kenapa si Cakka malah enggak ngerasa. Tapi yang bikin gue makin heran si Cakka bisa-bisanya makan tahu gejrot pagi-pagi," papar Wita tak habis pikir.
Hah, tahu gejrot? Nismara tidak salah mendengarkan?
"Maksudnya?"
"Iya, semalam karena lo enggak pulang ke apartemen dan Abang lo nyuruh Cakka buat enggak nyusul lo, Cakka milih nginep di rumah gue. Dia kelihatan stres banget dan ya gitu, lo tahu 'kan betapa gilanya Cakka sama makanan pedes? Semalam dia makan ayam geprek super pedes dan paginya tuh anak malah makan tahu gejrot tiga porsi sekaligus. Abis itu Cakka ngeluh sakit dan kita langsung bawa dia ke rumah sakit."
Nismara memijat keningnya, mendengar penjelasan Wita membuat Nismara juga ikut-ikutan tidak habis pikir dengan suaminya itu. Bahkan Nismara yakin kalau ada wartawan yang melihat, pasti berita soal anak artis terkenal kena radang usus buntu karena tahu gejrot bakalan jadi topik yang hot abis.
"Terus sekarang Cakka-nya mana?"
"Di dalam, dokter bilang beberapa jam lagi Cakka bakal di operasi makanya dia lagi nangis terus dari tadi," jawab Seno dengan kikikan penuh humor.
Nismara tentu saja makin panik mendengarnya. Dengan cepat gadis itu mendorong pintu dan seperti yang Seno katakan Cakka tengah berbaring di atas ranjang, mengenakan piyama khas bergaris putih biru. Lengannya menekuk menutupi separuh wajah. Ringisan ringan Cakka juga ikut lolos beberapa kali beserta suara tarikan ingus, seolah laki-laki itu tengah menahan nyeri yang teramat.
"Cakka!" Seru Nismara sambil menghambur ke arah ranjang. "Mana yang sakit?"
Cakka yang memang sudah menunggu Nismara sejak tadi langsung merangsek ke dalam pelukan istrinya. Cakka juga dengan manja menggesekkan kepalanya pada perut Nismara dan merengek. "Mara, perut aku sakit banget."
"Prrtt!" Kedua temannya langsung menutup mulut mereka untuk menahan tawa. Karena percayalah penampilan Cakka saat ini benar-benar menggelikan. Padahal biasanya image Cakka adalah pria cool sejati idaman kaum hawa. Tapi sekarang, Cakka sudah seperti bocah satu tahun. Memang ya kalau orang sudah bertemu pawangnya tak peduli seberapa kerasnya, mereka akan langsung berubah bagai permen lembek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cakka dan Kata Mereka
RomanceMendapat suami karena pesugihan? Nismara Dian Kartini tak pernah menyangka jika ketiga temannya akan sangat tega menjadikannya tumbal pesugihan abal-abal bermodalkan sepaket ayam KFC. Dia juga takkan menyangka kalau tepat setelahnya dia harus mengal...
