30. Dia suami gue!

6K 534 22
                                        

Nismara baru saja melangkah ke area gedung kampus saat tiba-tiba saja sesuatu yang basah menimpa wajahnya. Gadis itu terdiam kaget, terutama saat menyadari kalau sesuatu yang mengalir itu ternyata adalah minuman bersoda.

Sialan! Siapa yang berani menyiram wajahnya?!!

Nismara menaikkan pandangannya, memandang si pelaku yang berdiri beberapa langkah di depannya dengan berang. "MAKSUD LO APA, SIALAN?!!"

Orang yang mendapat semburan itu, Bunga balas berteriak. "Lo pantes dapat pelajaran, BERANI-BERANINYA LO NYENTUH CAKKA-NYA GUE!"

Nismara berdecih tak habis pikir. Dia baru saja pulang dari 'bulan madu' bersama suaminya dan tiba-tiba saja ada cewek gila yang mengakui suaminya dan bahkan menyiramnya dengan minuman! Ini tidak bisa dibiarkan.

Dengan marah Nismara melempar tasnya, melangkah maju mendekati Bunga. Siapapun bisa merasakan aura penuh bahaya yang menguar darinya.

"DIA SUAMI GUE, BANGSAT!!" Teriak Nismara, membuat segelintir orang yang sudah berkumpul di sekitar mereka langsung berteriak heboh.

Tak mau kalah Bunga kembali berteriak  "CAKKA CUMA MILIK GUE! Lo enggak berhak nyentuh atau deketin dia!"

Nismara berdecih tak percaya. Apa kata si Bunga bangke itu? Nismara tidak berhak menyentuh Cakka? Oh, ingin sekali Nismara menjerit kalau orang yang tidak pantas itu adalah Bunga. Lagipula, apa salahnya kalau Nismara bersama Cakka. Toh, dia istri sahnya!

Mendengar racauan tidak bermutu dari mulut Bunga seketika membuat Nismara langsung naik pitam. Gadis itu mencekal kerah kemeja Bunga dan menariknya keras-keras. "Selama ini gue udah nahan mati-matian supaya enggak nampar cewek murahan kayak lo. Tapi kayaknya lo terus aja nantang gue. Dengerin ya, Bunga Bangke! Hak gue buat deket-deket sama Cakka. Karena apa? Karena gua ISTRINYA! Lo denger? ISTRI!!"

Sayangnya, Bunga juga bukan lawan yang lemah. Gadis itu menyentak cengkeraman Nismara dan berbalik untuk menjambak ikatan rambut Nismara.

"Gue enggak peduli! Gue yang pertama kali nembak Cakka, tapi kenapa malah lo yang dapet untungnya?! Cakka cuma milik gue!"

"Stres ya lo, bunga bangke! Cakka suami gue!!" Balas Nismara dengan protektif. Seolah dia tidak mau ada orang yang mengaku-ngaku miliknya.

"Lo yang stres papan triplek!!"

"BUNGA BANGKE!!"

"PAPAN TRIPLEK!!"

***

Cakka menghentikan kegiatannya saat suara dering terdengar. Laki-laki yang baru saja menyelesaikan push up-nya yang ke dua puluh sembilan itu bangkit, mengambil ponselnya yang tergeletak di samping palet cat milik Nismara. Dan ya, Nismara yang menelpon. Dengan senyuman lebar yang secara otomatis tersungging di bibirnya, Cakka meletakkan ponselnya di depan telinga.

"Kenapa, Mara?"

"Halo, suami temen."

Senyuman Cakka langsung luntur ketika bukan suara Nismara yang dia dengar melainkan suara laki-laki. "Lo siapa?" Tanyanya dengan nada sarat peringatan.

"Gue Bandung, inget enggak?"

Bandung?

Ah, teman Nismara yang suka nonton film nganu itu?

"Kenapa? mana Mara?"

"Ya... dia lagi adu tanding bareng si Bunga. Lo bisa buruan kesini enggak? Kalau lo enggak datang, gue curiga Si Isma bakal buat anak orang masuk UGD."

Kening Cakka mengernyit tak mengerti. "Maksudnya?"

"Pokoknya istri lo lagi baku hantem sama si Bunga. Buruan dateng ke kampus. Gue kirim videonya!"

Cakka dan Kata MerekaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang