Akhirnya acara reuni pun datang juga. Sesuai permintaannya, Nismara pergi bersama Cakka mengenakan pakaian couple. Jaket jeans hitam yang serupa dengan kaus putih oblong. Bahkan mereka juga memakai sepatu sneakers dengan model yang persis sama. Bedanya Nismara mengenakan bawahan berupa rok hitam di atas tumit.
Cakka memang agak misuh-misuh pada awalnya. Dia bilang pakaian yang terlalu sederhana seperti ini tidak bisa memancarkan ketampanannya secara maksimal. Baru ketika Nismara memberi pujian untuk ke puluhan kalinya, Cakka bersedia memakai pakaian yang Nismara pilih.
Begitu keluar dari mobil, Cakka langsung menggaet lengan Nismara dan berjalan bergandengan memasuki area sekolah yang sudah mulai ramai. Ada banyak orang yang sudah berada disana, baik yang Nismara kenal maupun tidak.
"NISMARA WOY!!"
Tiba-tiba seorang lelaki berlari menghampiri mereka.
"WOY JAMAL!!" Balas Nismara tak kalah heboh.
Cakka mengerjap-ngerjap ketika orang yang dipanggil Jamal itu memeluk Nismara sambil melompat-lompat di tempat. Dan kenapa Nismara juga malah melakukan hal yang sama?
"Kemana aja lo, Is? Kangen banget gue sama lo."
"Sibuk gue. Biasa, kuliah lagi masa aktif-aktifnya."
"Makin cakep lo ya sekarang. Enggak dekil-dekil lagi. Perasaan waktu SMA lo kucel banget kayak gorden kelas tapi sekarang malah sekinclong keningnya artisnya korea."
Nismara tertawa mendengar celotehan Jamal yang kelewat aktif. Nismara sudah mengenal Jamal sejak kelas dua SMA dan karena sifat mereka sefrekuensi, mereka jadi sangat-sangat akrab. Kemanapun Nismara pergi pasti ada Jamal yang mengikuti. Sayangnya setelah lulus Jamal memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di luar kota sehingga mereka jadi jarang sekali bertemu.
"Sayang," tiba-tiba Cakka menarik lengan Nismara sehingga pelukannya dengan Jamal secara otomatis terlepas. Sebagai gantinya Cakka yang malah merangkul pinggang Nismara dan menariknya dekat-dekat.
Jamal yang baru menyadari keberadaan Cakka memasang wajah kaget. "Eh, ini laki lo yang anak artis itu ya?"
Nismara mengangguk. "Cakep 'kan."
Itu pernyataan, by the way.
"Lo pasti pake pelet ya, Is? Kok bisa anak artis terkenal mau sama lo?"
"Sembarangan aja lo. Dosa tau pake pelet-pelet kayak gitu! Ini namanya kekuatan penggerebekan," ceplos Nismara sambil tertawa pelan.
"Si buset, gerebek gimana?"
Cakka buru-buru menutup mulut Nismara dengan tangannya. Bagaimanapun Cakka sangat tahu tabiat mulut Nismara yang bocor parah. Jadi sebelum Nismara menyebarkan aib mereka, lebih baik Cakka menahannya.
"Kamu suka banget bercanda sih Yang," Cakka menoleh pada Jamal. "Kita udah kenal selama beberapa waktu dan karena kita ngerasa cocok ya udah langsung nikah aja."
"Tapi kok enggak dirayain sih? Gue kaget banget banget waktu muka lo muncul di tivi. Nyokap gue bahkan sampe teriak-teriak 'Amal itu temen lo bukan?! Dia nikah sama anak artis'. Gitu."
"Iya, emang sengaja. Tapi rencananya kita bakal adain resepsinya kalau kuliah kita udah selesai."
Di balik tangan Cakka, Nismara mengerucutkan bibirnya kesal. Sengaja apaan?! Dia dinikahi Cakka juga pakai maharnya kelewat murah meriah. Lima puluh dua ribu. Ihh, bahkan sampai sekarang Nismara masih suka kesel jika mengingatnya.
Jamal memgangguk-ngangguk. "Undang gue ya. Harus loh itu."
"Tentu," balas Cakka mantap.
Jamal kemudian menatap sekitaran mereka.
"Enggak terlalu rame ya, ada banyak yang enggak dateng. Si Junet sama si Yuyu juga enggak pada datang. Eh, lo udah ketemu guru-guru belum? Ayo gue anterin, lo harus tahu Pak Herry berhasil buntingin si Sella anjir! Waktu liat perutnya si Sella agak buncitan gue kaget parah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cakka dan Kata Mereka
RomanceMendapat suami karena pesugihan? Nismara Dian Kartini tak pernah menyangka jika ketiga temannya akan sangat tega menjadikannya tumbal pesugihan abal-abal bermodalkan sepaket ayam KFC. Dia juga takkan menyangka kalau tepat setelahnya dia harus mengal...
