10. 5 juta VS 52 ribu

8.6K 630 7
                                        

Nismara baru saja akan melangkah memasuki gerbang kampusnya tatkala segerombolan orang mengelilinginya dan seketika kilat cahaya kamera muncul membutakan mata. Nismara menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi padanya. Nismara bahkan sempat bertanya-tanya sepersekian detik, apakah dia mengalami amnesia sehingga dia lupa kalau Nismara adalah artis terkenal?

  Kayaknya enggak. Tapi darimana wartawan ini datang?

  “Nismara bagaimana perasaan kamu setelah menjadi menantu dari akris senior Anggita?"

  “Kenapa kalian tidak mempubliskan pernikahan kalian?”

  “Sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan putra Anggita?”

  Nismara cengo, menatap para wartawan yang terus saja membombardirnya dengan beragam pertanyaan.

  Tiba-tiba Binar, Bandung dan Regi datang, menerobos kumpulan manusia lalu merangkul Nismara dengan tampang secerah matahari di siang bolong.

  "Kalian tenang saja, tanya-tanya satu-satu,” kata Bandung, tak lupa dengan lemparan poninya yang anti badai. Dan seketika keriuhan kembali terjadi.

  "Apakah benar kalian menikah karena suatu insiden?"

  "Benar, kita yang buat mereka ketemu." Bandung menepuk dadanya bangga.

  Nismara mengeleng panik, jika teman-temannya sudah terlibat maka tidak akan pernah ada yang beres. Nismara lalu membalikkan tubuh, mendorong orang-orang yang menghalanginya dan berlari menjauh dari tempat kejadian. Tak lama Regi mengekor. Para wartawan yang kehilangan narasumber hendak segera menyusul namun Binar dan Bandung sudah lebih dulu menahan mereka.

  "Lihat saya aja Mbak, saya siap lahir dan batin kalian foto dan tanyain."

***

  Nismara terus berlari dan baru berhenti ketika posisinya dirasa cukup jauh dari semua kericuhan yang terjadi. Dengan nafas terengah-engah Nismara merosot ke lantai. Gila, dia pikir dia bakal mati barusan. Lagian bagaimana bisa mereka mengetahui perihal pernikahannya dengan Cakka? Perasaan Nismara tidak pernah mengatakan apapun baik pada orang lain atau media sosialnya. Apa para ibu-ibu itu? Nismara rasa tidak, kekuatan ibu-ibu di kompleknya tidak sebesar itu. Lalu siapa?  

 Ketika Nismara masih bergelut dengan pikirannya Regi yang dengan setia mengekor,  menunjukkan layar ponselnya. Nismara mendelik lebar, ternyata Anggita adalah biang keroknya. Mama mertuanya itu memposting foto buku nikahnya dengan Cakka di akun media sosialnya.

  Nismara merasakan kedua kakinya melemah. Sudah, hancur sudah masa depannya. Dia tidak punya kesempatan lagi untuk melebarkan sayapnya dan mencari bunga yang baru.

  Saat Nismara masih dirundung kesedihan tiba-tiba saja sebuah botol minum terlempar ke arahnya. Nismara menjerit, menatap tak percaya pada sang pelaku.

  “Lo gila ya?!” Sembur Nismara tak terima.

  Si pelaku, Bunga melotot lebar. Wajahnya memerah dengan urat-urat yang muncul di lehernya. Dan seketika teriakkan Bunga menggema di sekitar lorong kampus yang sepi. "BERANI-BERANINYA LO NIKAH SAMA CAKKA!!"

  Nismara mengernyit bingung namun dia tidak memiliki waktu untuk sekedar mencari tahu karena setelahnya Bunga langsung menerjang, dan menjambaknya dengan membabi buta. Nismara mengutuk, sialan bisakah hidupnya tenang sehari saja?!

***

  "Dasar cewek jadi-jadian, kurus, tukang bacot.” Itu adalah rutukkan kesekian kalinya yang Nismara keluarkan hari ini. Belum selesai dengan para wartawan yang sudah seperti sedang demo di depan kampusnya, Nismara malah harus berakhir dengan penampilan mengenaskan setelah adu gulat dengan Bunga. Sialan sekali memang cewek itu!

  Lagian kenapa Bunga tiba-tiba macam kuda liar? Walau sebenarnya Nismara sudah punya permusuhan mendalam dengan Bunga, namun ini pertama kalinya mereka berkelahi secara fisik. Mana cakaran Bunga ternyata menyakitan lagi.

  Di sampingnya Binar terkekeh, merapikan rambut Nismara yang acak-acakkan. "Lo tau enggak kalau laki lo terkenal?"

  "Dia 'kan anak artis,” jawab Nismara malas.

  "Ihh bukan itu," Binar kembali memajukan tubuhnya lebih dekat, suaranya berubah berbisik, "lo inget waktu acara kompetisi persahabatan?"

  Tentu saja Nismara ingat, setiap tahun kampusnya memang sering mengadakan acara tahunan yang berisi beragam kompetisi mulai dari aspek olahraga, seni, masak-memasak bahkan ajang pencarian jodoh juga ada. Nismara sempat memenangkan kompetisi adu panco antar perempuan tahun lalu. Tapi apa hubungannya?

  "Suami lo itu, Cakka Kama Janitra adalah juara lari di kompetisi persahabatan selama dua tahun berturut-turut. Kata orang-orang Cakka itu ibaratkan pangeran yang sedang ikut berperang untuk menyelamatkan tuan putri. Ganteng abis."

  Nismara memasang wajah aneh, apa hubungannya lomba lari dengan pangeran yang ikut perang?

  Masih antusias, Binar melanjutkan ceritanya. "Dan lo inget kejadian waktu si Bunga nembak cowok juara lari di depan banyak orang tapi akhirnya ditolak mentah-mentah? Nah itu laki lo, Ra."

  Setiap tahunnya kompetisi persahabatan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Dua hari untuk pelaksanaan lombanya dan hari terakhir digunakan khusus untuk pengumuman para juara serta hiburan lainnya. Nah hari itu adalah hari terakhir kompetisi. Saat akhirnya juara lomba lari diumumkan Bunga yang berperan sebagai MC tiba-tiba saja menyatakan perasaannya di depan khalayak banyak dan tentu saja ditolak. Nismara malah yang paling ngakak saat itu. Bunga sudah sering kali mengajaknya adu kesabaran dan oleh karena itu penderitaan gadis dari fakultas seni tari itu menjadi satu kebahagiaan baginya.

 Tapi tunggu jika Cakka adalah salah satu finalis kompetisi persahabatan berarti... "Cakka anak kampus sebelah?"

  Bandung mengangguk. Nismara membulatkan mulut. Takdir macam apa ini?!

  Institut Teknologi Jayantaka merupakan institut ternama yang telah berhasil meluluskan beragam kesuksesan. Bahkan salah satu mentri yang saat ini tengah menjabat katanya juga merupakan alumni mereka. Tapi bukan hanya itu yang membuat Institut itu terkenal, tapi dengan istilah yang melengkapinya, institut kembar itulah julukannya. Tepat di seberangnya Institut Seni Hardiyata berdiri dan kebetulan merupakan tempat dimana Nismara mengenyam pendidikan saat ini. Meski memiliki segala perbedaan yang kentara namun keduanya masih sering disandingkan. Bahkan konon katanya kedua institut ini didirikan oleh sepasang suami istri yang sedang bertengkar, meski cuma mitos sih.

  Lalu siapa yang menduga kalau suami barunya itu merupakan mahasiswa kampus sebelah. Hah, Nismara tidak tahu lagi harus berkomentar apa. Cuma ada satu kata, delicioso.

  "Sejak saat itu si Bunga jadi termotivasi, dia buat sebuah sayembara dan bagi siapapun yang bisa naklukin Cakka bakal dia kasih hadiah lima juta."

  "Anjir, dia dihargain lima juta tapi ngasih mas kawin cuma lima puluh dua rebu?!" Nismara menggebrak meja. Dia benar-benar marah. "Kagak beres ini."

  "Makanya lo harus minta villa di Cipanas," timpal Binar.

  "Lo bener, nanti gue bakal minta dia beliin Villa di Cipanas." Nismara menyetujui. Nismara tidak selapang dada itu sampai mau-maunya mendapat maskawin recehan kayak gitu. Tidak! Dan sepertinya dia harus membuat Cakka menerima akibatnya. Nismara mngeluarkan ponselnya, membuka halaman chat milik Cakka lalu berteriak. "CAKKA LO BRENGSEK, LO PULANG ABIS LO SAMA GUE!!"

Cakka dan Kata MerekaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang