2. BALAS DENDAM

34 12 41
                                        


       Siang ini matahari begitu terik Rizenalita dan Safa terlihat baru saja keluar dari kelas dan diikuti beberapa siswa-siswi yang satu kelas dengan mereka, sanda gurau pun menambah keramaian siang ini menghantarkan semua khalayak penghuni sekolah untuk segera meninggalkan tempat persinggahan sementara mereka.

      "Eh, Safa..., kayaknya tadi gue lihat loe beli permen karet kan?" tanya Rizenalita sedikit berbisik setelah mendekati tempat parkir.

     "Ini, loe mau?" Safa mengeluarkan sebatang permen karet yang belum dibuka dan Rizenalita langsung mengambil permen karet yang disodorkan oleh Safa.

       "Loe cepetan makan satu, gue minta satu," ucap Rizenalita sekaligus membuka permen karet dengan perasa anggur dan tak lama kemudian Rizenalita mengeluarkan kembali permen karet yang sudah dikunyah lantas menempelkannya ke kaca mobil milik Kenny begitu juga permen yang masih dikunyah oleh Safa.

       "Kalian ngapain?" suara itu mempergoi kejailan mereka membuat keduanya terjingkat dan langsung menghadap ke sumber suara.

      Kenny dan dua temannya tengah berdiri di belakang mereka, sontak saja keduanya membulatkan mata akibat terkejut karena ketahuan sedang melakukan aksi yang tidak mengenakan.

        "Gak ngapa-ngapain, ya?" ucap Rizenalita melihat kearah Safa yang sedang nyengir sebab bingung akan menjelaskan pada Kenny dan temannya.

          "Halah, gue udah tahu kali kalau kalian mau balas dendam sama gue, lihat tu ..., ngapain loe nempelin permen karet di kaca mobil gue?" celah Kenny dengan wajah sebal.

       Selagi Kenny dan Rizenalita beradu mulut, Safa segera mencari tisu tetapi nihil tisu terakhir telah dia gunakan tadi waktu di toilet untuk menghapus make up. Namun, Safa berhasil menemukan tisu kain dan memberikan pada Faldiansyah.

       "Ish, ngapain loe lakuin itu ..., biarin dia bersihin sendiri." Rizenalita menggerutu seraya menarik tangan Safa untuk meninggalkan Kenny dan yang lainnya. Meski tidak berhasil mengerjai Kenny, setidaknya Galang dan Faldiansyah sejak tadi mentertawakan aksi ceroboh mereka.

      "Ketawa terus ..., ngapain sih?" tanya Kenny sesekali nyindir Galang dan Faldiansyah yang tengah menahan tawa supaya tidak meledak.

       "Lihat tu ...." Faldiansyah menunjuk rok yang dipakai oleh Rizenalita tak berselang lama tawa Kenny pecah sebab melihat permen karet yang tadinya menempel dikaca mobilnya kini beralih ke rok yang dipakai Rizenalita.

      Kenny masih tertawa seraya membuka pintu mobil dan masuk bersama teman-temannya.

      "Kok bisa sih?" tanya Kenny penasaran sembari memakai slim bet dan menyalakan mesin mobil.

      "Gini ceritanya, waktu loe sama Lita tadi berdebat, gue gak sengaja ni liat daun jatuh tepat di depan gue, kebetulan juga gue tadi berdiri di belakang Lita kan? Ya udah ..., gue tempelin aja ke roknya." Galang menjelaskan seraya membayangkan apa yang baru saja dia lakukan.

     "Tapi loe gak mikir kemana-mana kan?" selidik Faldiansyah sambil memasang heandset dan memuatar lagu tahun 2000an untuk menghilangkan rasa kantuknya yang sudah menggelantung dikelopak mata.

       "Aih, mikir apaan, gue cuma mikir satu hal ...." Galang menghentikan ucapannya yang membuat Kenny dan Faldiansyah saling memandanginya.

      "Apa tu?" ujar Kenny bersamaan dengan Faldiansyah.

      "Takut dikentutin," sahut Galang sambil mengibas-ibas tangannya ke depan wajah. Kenny dan Faldiansyah hanya menyungingkan bibirnya supaya tidak tertawa di depan Galang.

      ****
      Di kediaman rumah Rizenalita sepi karena orang tuanya sedang pergi berdinas di luar kota sehingga tidak lagi mendengar perintah-perintah mamanya yang selalu menghalangi Rizenalita untuk pergi bersepedaan di taman bersama Safa dan kali ini Safa telah menunggu Rizenalita sejak pukul dua siang tadi sepulang sekolah sekaligus mengerjakan PR bersama di rumah Rizenalita.

MENCINTAI DUA HATICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang