18. RENUNGAN

13 4 7
                                        


   

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   

  Gelak tawa di sebuah ruangan yang tampak hingar bingar keramian dan lampu-lampu yang menyala membuat suasana semakin ramai, salah satu dari mereka terlihat mengipas-ipas sejumlah amplop berwarna coklat bahkan bukan hanya satu melainkan empat sekaligus dan di tangan kiri terdapat beberapa uang yang tidak di masukan amplop berwarna merah bernominal seratusan ribu.

     "Hahaha ..., puas gue telah bikin wajah pengusaha besar tercoreng dari daftar orang terkaya di Kota Jakarta." Pria berkumis dan bertopi itu semakin menikmati hasilnya.

     "Benar Bos, apalagi waktu istrinya di iming-iming dengan investasi besar, dia tidak curiga sama sekali." Salah satu dari pesuruhnya menimpali dan terus melanjutkan pestanya.

     "Hahahahahaha ..., begitulah hebatnya bos kalian, memangnya siapa lagi yang bisa melakukan kekejaman dalam sekedipan mata, semua itu gua yang lakukan." Pria berkumis itu melepaskan topinya sambil meneguk segelas bir.

     Berbagai macam merk bir tersebar di meja mereka bahkan makanan dan wanita-wanita penghibur menjadi hiburan bagi mereka.

     "Bos, lalu gimana sama rumah dan aset kekayaannya?" tanya salah satu bodyguardnya.

      "Urusan gampang, kalian tinggal ikuti perintah gua dan kalian bisa ambil semua kekayaannya." Dengan rasa ambisus dan kegilaannya terhadap harta orang lain, dia berani melakukan senekat itu yang membuat semua rugi akibat ulahnya.

     "Terus Bos, gimana sama bos besar?" tanya salah satu dari mereka.

     "Urusan gampang, nanti kita kasih bagiannya buat dia."

     Pak Setyo Wardono merupakan salah seorang pengusaha yang terkenal licik dan apapun yang dia inginkan akan dia ambil tidak melihat barang milik siapa bahkan pesaing terberatnya yang selama ini membuat dia merasa iri karena kesuksesan dari Pak Pragalih Handoko Sisworo yang merupakan pengusaha terkaya di seluruh Indonesia.

     "Coba kalau gua tidak menyuruh kalian buat memutus kabel cctv, pasti kita udah di tangkap sama polisi," ucap Pak Setyo dengan bangga dan lima bodyguardnya hanya mengangguk sesekali menikmati keberhasilan mereka.

     Merasa puas karena telah menghabur-hamburkan uang demi napsu mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari tempat remang-remang itu dengan langkah gontai dengan sisa kesadaran mereka, mereka menuju ke tempat parkir.

     Malam semakin larut, udara malam pun terasa begitu dingin dan longlongan anjing malam terdengar memekakan telinga bagi mereka yang mendengarnya.

     "Hah, gak sia-sia gua nunggu bertahun-tahun akhirnya gua bisa menguasai kantor pusat milik Galih." Pak Setyo terus berjalan dengan dirangkul oleh pesuruhnya.

     "Hah, hebat juga ...," gumam salah seorang bodyguard dan membuka pintu kemudian melajukan mobilnya dengan tidak beraturan karena merasakan pening di kepala mereka.

MENCINTAI DUA HATICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang