10. AWAL KISAH

16 5 23
                                        

     Faldiansyah dan Galang duduk diantara kursi-kursi kantin yang mulai kosong karena sebentar lagi ujian, semua siswa tidak diberikan materi secara berlebihan karena bisa membuat otak semua siswa drop dan konslet akibat banyak resapan pelajaran yang harus ditampung oleh otak sehingga semua siswa dibebaskan untuk pulang lebih awal. Namun, di kantin yang sudah mulai sepi itu Faldiansyah, Galang dan Kenny memutuskan buat menghabiskan waktu nongkrong mereka di kantin hanya sekadar buat menghabiskan uang saku atau menggoda pemilik kantin.

      Suasana itu begitu canggung buat Kenny dan terasa asing bagi Faldiansyah dan Galang yang biasanya blak-blakan kini hanya bisa saling diam dan tatap-tatapan satu sama lain.

      "Ini, kenapa sih ..., udah kayak mau diklat aja, kenapa semua kena mental gara-gara perkara tadi pagi antara Kenny sama Lita?" Galang memberanikan diri buat mengutarakan pendapatnya.

      "Sorry Lan, Fal, selama ini gue gak pernah cerita sama kalian," ucap Kenny sambil menarik segelas jus mangga bercampur susu dan es batu yang mungkin saja bisa mendinginkan kepalanya.

       "Sebaiknya loe cerita ke kita, besok mungkin kebersamaan seperti ini tidak akan terulang," pinta Faldiansyah sambil makan batagor yang dia pesan.

       Kenny mengela napas panjang, menarik udara masuk ke rongga hidung kemudian melepaskan begitu saja.

       "Sebenarnya gue sama Lita itu dulu berteman waktu kita masih sama-sama mengikuti MOS." Kenny mengawali ceritanya sampai bayangan masa lalu itu yang sudah tenggelam oleh waktu berangsur terlihat jelas di bola matanya sesdangkan Faldiansyah dan Galang menyimak baik-baik cerita dari Kenny.
      
       Flasback on

      Warna-warni dari topi yang terbuat dari bola sepak melengkapi hiasan di kepala para siswa-siswi baru yang akan diresmikannya masa orientasi siwsa. Wajah-wajah lugu dan polos masih terlihat begitu mengemaskan ketika bola sepak mereka gunakan untuk topi kepala mereka guna menghindari dari panasnya matahari.

      Lapangan yang luas dengan tanaman bunga yang mekar di sekeliling depan kelas pun menambah keindahan di area gedung sekolah membuat siapa saja yang masuk ke halaman itu akan betah berlama-lama untuk menikmati keindahannya bahkan udaranya yang begitu sejuk karena pohon yang tumbuh di sekelilingnya.

       "Rizenalita Ananthareena." Seorang pria dengan cepat membaca name tag yang digunakan oleh seorang Wanita yang belum dia kenal sebelumnya.

      Gadis itu pun melihat pria yang tengah membaca namanya dengan sedikit memelengkan kepala.

      "Mau berteman," ucap Lita penuh energik dan langsung menepuk name tag milik pria di depannya.

      "Kenny Andrea Pragalih." Lita bergumam membaca tulisan yang tertera."Nama yang bagus, loe udah punya banyak teman atau hanya gue?" tanya Lita melanjutkan ucapannya yang terjeda karena membaca nama dari lawan bicaranya.

      "Teman gue banyak, itu ..., mereka teman gue tapi gue gak terkenal bagi mereka." Kenny terkekeh menimpali pertanyaan Lita sambil menunjuk kerumunan orang.

      "Jelas loe gak terkenal, emang siapa loe? Artis?" ketus Lita sambil mengaruk lehernya yang gatal.

      "Senang kenalan dengan loe," ucap Lita sambil menyodorkan tangannya hendak bersalaman dengan Kenny dan dibalas oleh Kenny.

     "Ya ..., gue emang bikin senang." Kenny mengusap rambutnya ke belakang.

     "PD banget," sindir Lita, Kenny hanya tersenyum melihat Lita yang memutuskan buat meninggalkannya di tepi lapangan menghampiri beberapa  siswi yang sedang berkerumun sambil memamerkan penampilan mereka yang memakai sebuah tali yang dibentuk kempang dan dililitkan pada rambut juga kaos kaki tiga warna seperti pelangi dan dua balon yang melembung di atas bola sepak seperti kepala micky mouse dan itu terlihat lucu bagi anak baru yang sedang merasakan MOS.
     
      Pluit berbunyi membuat semua siswa berhamburan dan menata barisan mereka.

MENCINTAI DUA HATICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang