[06] Asrama

7.7K 1.1K 32
                                        

"Hahh anjir! Hampir aja!" (Name) menghela napas lega.

Untung cowok tadi tidak mengejarnya. Kalau sampai (Name) dikejar dan ketahuan, bisa-bisa wajahnya bakalan terpampang di medsos sekolah.

"Woy!"

"EH COPOT MATI!" (Name) kaget setengah mati waktu bahunya ditepuk dari belakang. Refleks langsung balik badan sambil pasang mode menyerang. "BISA GAK, JANGAN NGAGETIN?!" bentaknya.

Yaku berdiri santai, dahinya mengernyit, tampangnya kayak gak bersalah sama sekali. "Ngapa sih lo? Kayak abis dikejar setan."

"YAKU MORISUKE!!" (Name) menarik napas panjang sebelum meledak. "LO TUH YA! GUE HAMPIR KENA MASALAH GARA-GARA LO!"

"Hah? Masalah apaan?"

"LO ENAK BANGET NINGGALIN GUE SENDIRIAN! DI SAAT LO LAGI NGOMONG SAMA TEMEN-TEMEN LO, GUE LAGI ADA DI SITUASI ANTARA HIDUP DAN MATI TAU!" lanjut (Name) berapi-api. Napasnya memburu saking emosinya.

"Lebay!" cibir Yaku.

"Anjeng!"

Yaku menyentil mulut (Name). "Gak boleh ngomong kasar!"

"Sakit tau!" (Name) cemberut sebal sambil usap-usap bibirnya yang katanya "sekseh" itu. Tapi Yaku udah narik lengan (Name) buat masuk ke dalam sekolah.

Gedung SMA HQ bagian dalam tidak kalah mewah dari luar. (Name) bahkan sempet nyangka dia salah masuk ke universitas atau hotel bintang lima. Saking mewahnya, dia nyaris sujud syukur bisa sekolah di sini. Tapi otaknya juga mikir, kira-kira berapa biaya yang dihabiskan oleh orang tuanya untuk menyekolahkannya di sini?

"Luas banget," gumamnya.

"Emang. Tujuh lantai plus rooftop." Yaku menyahut.

(Name) tercengang. "Anjir, tujuh lantai? Gokil. Ruang kepala sekolah lantai berapa?"

"Lima."

Sampai depan lift, (Name) bengong. "Lah ada lift-nya?!"

"Ada. Norak lo."

"Gue bukan norak, gue kaget. Sekolah negeri mana ada beginian!" (Name) membalas sinis.

Kemudian mereka berdua masuk ke dalam lift. Yaku memencet tombol lift dengan angka lima.

Ting!

Pintu lift terbuka. Mereka berdua keluar dari lift setelah sampai di lantai lima. (Name) melongo, tatapannya mengedar. Di lantai lima ada perpustakaan super luas, rak-rak buku menjulang kayak tembok China, dan lorong-lorong panjang yang bikin bingung. (Name) yang memang pada dasarnya buta arah, pasti akan tersesat kalau Yaku tidak ada.

"Luas banget perpustakaannya!"

"Lantai lima emang paling sepi, soalnya khusus perpustakaan. Tapi ruang guru sama kepala sekolah juga di sini," jelas Yaku.

(Name) masih terkagum-kagum waktu mereka sampai di depan pintu kepala sekolah. Ukiran logonya berkelas banget, ada papan kecil bertuliskan "Headmaster" yang kesannya kayak kantor direktur di film-film.

"Masuk sana. Gue tunggu di sini."

(Name) mengangguk lalu mengetuk pintu. "Permisi!"

"Silakan masuk!"

(Name) membuka pintu begitu dipersilahkan. Kepalanya melongok sedikit untuk memastikan, sebelum  masuk ke dalam lalu menutup pintunya.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang