Hii guyss!!
Maaf yaa baru bisa update hehe🙏
Happy reading!!
>><<
"Ke mana, ya, si Chiko? Nyusahin aja dah!"
(Name) bertolak pinggang, matanya menatap ke sekitar--mencari sosok ayam anak berwarna kuning yang tak kunjung menampakkan rupanya.
"Dasar ayam gak tau diri. Noya juga pake nitipin ke gue segala. Elah!" gerutunya.
(Name) mengacak rambutnya frustasi dan melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.45. Ia hanya punya waktu lima belas menit lagi sebelum bel masuk berbunyi.
"Tck, elah! Chiko di mana sih lo?!"
(Name) masih mencari Chiko, bahkan sampai jongkok dan mengorek-ngorek tanah dengan ranting pohon, barangkali menemukan Chiko di sana.
"Permisi?"
"Astaga kaget!"
(Name) terlonjak dan mengusap dadanya. Kepalanya menoleh ke samping dan menatap kesal pada Akaashi. Cowok itu sepertinya bingung dengan apa yang sedang (Name) lakukan.
"(Name), kan? Lo ngapain di sini?" tanya Akaashi.
"Lagi ngitung partikel debu yang bertebaran di bumi!" sahut (Name) ketus.
Sumpah, (Name) lagi gak pengen ketemu siapa-siapa. Ia cuma pengen cepat-cepat nemuin Chiko dan langsung masuk ke kelas.
Akaashi terkekeh. "Lucu lo."
"Thanks. Gue emang lucu." (Name) menyahut santai, meskipun agak sarkas.
Akaashi menatap (Name) yang berdiri sambil menepuk-nepuk roknya, lalu melirik kakinya.
"Jangan ngelirik kaki gue terus! Gue udah gak pake sepatu zebra itu lagi, ya!" (Name) berseru, menyadari tatapan Akaashi yang tertuju pada sepatunya.
Akaashi malah ketawa. Memang kalau diingat-ingat lucu sih. Kok bisa dia pake sepatu sebelah-sebelah, tapi gak nyadar sama sekali? Apa pas pake sepatu si (Name) lagi merem?
"Sialan lo."
"Kok lo gak masuk kelas?" tanya Akaashi menghentikan persoalan sepatu.
"Lagi nyari sesuatu."
"Mau gue bantu?" Akaashi menawarkan.
"Gak usah."
"Yakin? Nanti telat masuk loh."
(Name) terdiam. Sebenarnya dia juga pengen cepet-cepet nemuin si ayam gak tau diri itu. Tapi (Name) gengsi kalo minta tolong. Dan kayaknya dia harus ngilangin gengsinya sekarang supaya si ayam tiren itu cepet ketemu.
"Yaudah," putus (Name). Akaashi tersenyum mendengarnya.
"Gue lagi nyari ayam."
Akaashi melongo. "Ayam?"
"Gue lagi nyari ayam tiren punya si Noya. Namanya Chiko. Warnanya kuning."
"Anak ayam?"
"Iya, lah. Masa anak kudanil?" (Name) menyahut kesal. Pake nanya.
Akaashi diem, otaknya lagi mikir kenapa ayam itu bisa hilang? Lagian si Noya juga ngapain pake bawa anak ayam segala. Gak takut dibuang Bu Karina kalau ketahuan? Ya, tapi Akaashi gak heran sih. Kuroo aja masih berani bawa Marlo (kucing nya). Noya juga pasti sama, mengingat kelakuan tak jauh beda.
"Ya udah gue bantu cari. Gue ke sebelah sana." Akaashi menunjuk arah berlawanan. (Name) mengangguk.
Lalu mulailah pencarian mereka. (Name) menyusuri sekitar halaman dan taman belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fanfiction(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
