WHAHAHA AKU NGAKAK BANGET BACAIN KOMEN KALIAN DI CHAPTER SEBELUMNYA😭😭
AYOK KOMEN LAGI GUYS!
>><<
"Ini beneran salmon?" (Name) memelototi isi nampannya. Antara syok dan kagum. Menu malam ini terlalu mewah untuk ukuran dirinya yang biasanya makan mie rebus di rumah.
Mai mengangguk singkat. Mereka duduk di ujung meja kelas sebelas, dekat pintu. Bukan karena mereka suka spot itu, tapi karena gampang kabur kalau suasana jadi enggak enak. Dan ternyata, feeling mereka bener.
Begitu duduk, tatapan mulai berdatangan. Ada yang sinis, ada yang penasaran, ada juga yang terang-terangan menatap dari ujung kepala sampai ujung jempol.
"Widih, jadi selebgram tanpa followers nih gue," gumam (Name) santai. Dia cuek, malah sengaja membalas tatapan mereka dengan wajah bingung polos kayak karakter utama anime. Modal tampang polos emang banyak manfaatnya.
"Kayaknya mereka denger gosip lo deh," bisik Mai ngeri.
"Biarin. Selama gak makan gue, gak masalah." (Name) menanggapi dengan cuek.
Ketika membuka isi makanannya, ia menghela napas lega karena menemukan sop dan ayam. Ada buah dan salad juga. Ini bagus.
"Yah bukan salmon." Mai tampak kecewa dengan lauknya, tapi tetap memakannya.
(Name) geleng-geleng kepala. Tangannya terangkat mengambil sendok. Tapi sebelum sendok menyentuh mulutnya—BRAKK!
Meja mereka digebrak. Seorang cewek dengan piyama pink berdiri di depan mereka, tangan di pinggang, muka kaya baru nyium bau comberan.
"Heh, culun!" serunya.
(Name) hanya menaikkan alis. Mai langsung melotot. Tapi (Name)? Masih duduk santai. Prinsipnya: always chill, always classy. Hiduplah seperti Larry.
"Baru masuk udah berani deketin Suna sama Atsumu, ya?! Gede juga nyali lo." Gadis piyama pink itu menatap (Name) songong, membuat tangannya gatal sekali ingin melempar kursi tepat ke wajahnya.
"Tck, gue mau makan aja gak tenang. Si sipit sama jamet beneran musibah buat gue!" batin (Name).
"Gue bilangin ya. Jangan kegatelan! Inget posisi lo!"
"Mai, lo denger gak? Kayak ada suara, tapi orangnya gak kelihatan." (Name) mendekat kepada Mai, seolah berbisik, tapi suaranya keras. Maklum, sengaja.
Mai cepat nangkap kode. "Iya, serem deh. Jangan-jangan arwah penasaran." Bahunya bergidik ngeri. "Duh, jadi merinding nih gue."
"Iya kan?!" (Name) pura-pura ngeri.
Cheryl—si cewek piyama pink—mukanya langsung merah padam. "Kurang ajar lo!" Dia menarik kerah kaos (Name) sampai berdiri.
Seluruh ruangan hening. Perhatian mereka berpusat pada Cheryl dan (Name). Mai melotot, hendak membela, tapi (Name) menahan lewat isyarat tangan.
(Name) menepis tangannya. "Eh, jangan narik kaos Superman gue dong! Ini limited edition. Beli dua gratis satu, tau nggak?!"
Sebagai pecinta diskon dan pemburu diskon nomor satu, (Name) tidak akan membiarkan mak lampir ini merusak kaos diskonan yang sudah ia beli dengan susah payah. Dia mana tau usaha (Name) untuk mengantri dan berdesak-desakan dengan ibu-ibu lain demi mendapatkan kaos tersebut.
Cheryl mendengus. "Dasar cewek kampung!"
"Yoi. Tapi kampungnya adem. Gak kayak lo—penuh hawa neraka."
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fiksi Penggemar(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
