"Astaga!"
(Name) hampir melompat kaget saat buka pintu dan mendapati wajah Suna nongol di depan. Tangan langsung memegangi dada, napasnya memburu.
Cowok bermata sipit itu malah nyengir lebar, jelas puas karena berhasil bikin gadis itu kaget setengah mati.
"Lo kalo gak ada kerjaan, jangan nyari perkara!"
Suna cuma mengangkat bahu santai. Penampilannya seperti biasa: kemeja putih berantakan tanpa dasi, terbuka separuh hingga kaos hitam dalamnya terlihat. Dia menyender di kusen pintu, matanya menelusuri gerak-gerik (Name) yang sedang nyeret tas keluar.
"Udah semua?"
"Udah. Lagian di rumah Oma masih banyak baju." (Name) menyipitkan mata curiga. "Ngapain lo di sini? Sebentar lagi bel masuk."
"Ya lo lihat sendiri, kan?" balas Suna enteng.
"Kayak orang kurang kerjaan."
"Emang."
Suna sempat melirik wajah (Name) tanpa kacamata. Aneh juga, tapi lebih gampang begini — walaupun artinya dia gak bisa dapet Kiko gratis lagi.
"Lo dianter pulang sama Yaku?"
"Enggak, bokap gue yang jemput."
Suna mengangguk. "Enak, ya. Libur lima hari."
(Name) langsung nyengir. Skors tiga hari + weekend memang bonus liburan baginya. "Gue jadi beban Oma lima hari nih."
"Lo juga hari-hari jadi beban Oma."
"Enak aja!"
Suna terkekeh. Tapi tatapannya sedikit berubah. "Lo beneran gapapa? Kena kors padahal bukan lo yang mulai."
"Kata siapa gue gak salah? Gue kan juga mukul. Lagian cuma tiga hari, gak ada apa-apanya. Yang penting gak dimarahin." (Name) cengir.
Suna mendengus. "Apa yang gue harapin dari lo."
"Emang lo ngarep apa?"
"Lo," jawab Suna cepat.
(Name) melongo. "Hah?"
"Lemot!" Suna menyentil dahi (Name).
"Aw! Sakit, bego!" (Name) mengaduh, dan mengusap jidatnya. Kurang ajar.
"Gue bakal pulang Jumat sore."
(Name) mengernyit. "Ngapain?"
Suna memasang wajah tengil. "Ngerecokin liburan lo lah. Pake nanya?"
"Kampret! Gak usah pulang sekalian!"
Suna malah tersenyum tengil, lalu melangkah pergi. "Salam buat Oma. Jangan kangen."
(Name) reflek bergidik. "Dih? Pede gila. Lo kali yang kangen gue."
"Emang."
(Name) sempat melongo sebelum Suna menambahkan dengan seringai.
"Emang ea?"
"Argh nyebelin! Sana pergi!"
Suna menghindar dari tendangan isengnya dan melambaikan tangan. "Nanti gue kirimin video lo."
"Video apaan?"
Cowok itu udah keburu melenggang tanpa menjawab.
"WOY! Dasar kampret!" gerutu (Name) kesal.
>><<
"Tratak tak tak tak dung tak!"
Itu suara Atsumu, lagi asik menabuh meja kantin seperti drum. Di sebelahnya, Terushima sudah siap dengan gitar dan tampang tengil. Seperti biasa, kalau mereka sudah satu meja, suasana jadi rusuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
أدب الهواة(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
