Halo guys. Jadi buat yang nanya: kok ini partnya ke hapus dan lain-lain, cerita ini lagi tahap revisi ya😁
Sebelumnya aku udah buat announcement di akunku, tapi barangkali kalian gak follow akun ini, jadi aku akan bilang di sini.
Cerita ini sedang tahap revisi dan akan di update bertahap, oke?
Jadi buat kalian yang mau baca ulang atau yang baru baca, enjoy the story. Sorry kalau misalnya masih banyak kurangnya, hehe. 💙
>><<
"WOY, (NAME)! BANGUN BURUAN!"
"(NAME)!! BANGUN ANJIR!"
Tidur (Name) yang super nyenyak langsung hancur berkeping-keping karena suara familiar yang udah kayak sound horeg berjalan.
"Woy, kebo! Bangun bego!" Yaku mengguncang-guncang tubuh (Name).
"Apa sih?! Mengganggu mimpi indahku saja." (Name) berseru marah. Wajahnya yang baru bangun tidur tertekuk sebal, rambutnya berantakan kayak singa, matanya masih terbuka setengah alias belum sadar sepenuhnya.
"Mimpi indah pret! Mandi sana! Hari ini kita berangkat ke asrama kalo lo lupa. " Yaku berkacak pinggang. Matanya menatap (Name) dengan tajam.
(Name) berdecak. "Iya, bawel. Masih pagi udah marah-marah."
"PAGI APANYA?! INI UDAH MAH JAM 10, YA! UDAH SIANG!"
"Jam 10 tuh masih pagi. Siang tuh jam 12 ke atas." (Name) protes.
"Udah jangan banyak bacot. MANDI. SEKARANG. Sebelum gue guyur pake air seember!" Yaku mendorong tubuh (Name) seolah menyuruhnya untuk bangun.
(Name) berdecak. "Iyee," katanya malas sebelum beranjak ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, (Name) sudah selesai mandi dan sarapan. Ia turun dari kamarnya sambil menyeret koper. Wajahnya lesu kayak orang gak makan setahun.
"Buruan. Lo lelet kayak orang abis sunat." Yaku kesal.
"Better lo tutup mulut sebelum mulut lo yang gue sunat! Bantuin aja kagak, bacot iya." (Name) menggerutu sinis.
Yaku baru mau membalas, tapi tidak jadi ketika Ibu (Name) menghampiri putrinya.
"Betah-betah, ya, di asrama."
"Hmm.." (Name) menjawab malas.
Sang ibu mencubit pipinya. "Jangan cemberut gitu dong! Nanti kamu punya banyak temen baru di sana. Mama denger, murid-murid sekolah HQ itu orang kaya semua. Gebet lah salah satu yang ganteng, lumayan buat mama jadiin mantu."
(Name) berdecak. "Ini mau sekolah apa ajang cari jodoh?"
"Sekolah lah. Tapi, kan, mumpung kamu sekolah di lingkungan anak orang kaya, sayang buat dilewatin. Mending kamu manfaatin. Apalagi kehidupan sekolah itu masa-masa yang menyenangkan. Jadi kamu senang-senang juga di sana, oke gak?"
(Name) memutar matanya malas dan menghela napas panjang. "Iya, dah."
"Pokoknya nanti kamu lapor ke kepala sekolah dulu, ya. Abis itu ambil seragam, buku, sama kunci kamar asrama," pesan Ayah (Name).
"Iya."(Name) menjawab sekenanya.
Oma memeluk (Name). "Belajar yang bener, ya, sayang. Semoga kamu betah dan dapat teman yang baik-baik."
"Aamiin. Makasih, Oma." (Name) membalas pelukan Oma sebelum melepaskannya.
"Satu lagi.. jangan buat masalah, oke?" tambah sang ibu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fanfikce(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
