[11] Auditorium

6.8K 1.1K 180
                                        

"Ini beneran.. gue kayak orang bego?"

(Name) menatap nanar pada gedung megah SMA HQ dan mendengus sebal. Ia celingak-celinguk sebentar.

"Oh iya.. apa gue chat Yaku aja kali, ya?"

Setelah menimang sebentar, akhirnya (Name) memutuskan untuk mengirim pesan pada Yaku, daripada ia nyasar terus.

"Ish! Anjim lah tuh si Yaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ish! Anjim lah tuh si Yaku." gerutu (Name) kesal. "Masuk gak ya…?"

Ia masih ragu-ragu, sampai tiba-tiba--- Puk!---bahunya ditepuk dari belakang.

"KANCUT EMAK LONCAT!" (Name) latah, hp nya gak sengaja ke lempar dan jatuh ke tanah.

"AAA TIDAKKKKK HP KUUUU!" pekiknya.

(Name) langsung membungkuk, mengambil ponselnya dengan panik. Layarnya retak. Untung masih ada antigores.

"ASDJSKAJSK HP GUE ANJENGGGG!!!" Ia berteriak dalam hati.

(Name) menoleh sebal ke si pelaku yang tadi gak sengaja ngagetin dia. Begitu melihat orangnya, (Name) tercengang.

"Ya Allah gusti.. ganteng pisan euy!!"

Cowok itu, berambut rapi dan wajah kalem, menatapnya dengan alis sedikit terangkat. Bingung.

"Maaf udah ngagetin. Kamu ... gapapa?" Suaranya lembut.

(Name) bengong sesaat, bingung mau jawab apa. Kalau bilang gapapa, tapi jantungnya lagi disko. 

Akhirnya (Name) jawab. "Iya."... tapi kepalanya geleng-geleng.

Cowok itu makin bingung. "Jadi iya atau enggak?"

"E-Ehm, iya... gapapa kok." (Name) buru-buru menegaskan. Malu sendiri.

Cowok itu mengangguk paham. "Kamu gak mau masuk?" Ia bertanya, soalnya dari tadi ngeliat (Name) cuma celingak-celinguk di depan gerbang.

"Mau... tapi..." (Name) garuk pipi sambil senyum kikuk. "Aku gak tau auditorium-nya di mana."

"Ohh, anak baru ya?" tanya cowok itu.

(Name) mengangguk. Matanya melirik ke badge nama cowok itu---Kita Shinsuke.

"Namanya Kita Shinsuke toh..." batinnya. Catet. Nama cogan: locked in.

"Kalau begitu, bareng saya aja. Saya juga mau ke auditorium." Shinsuke menawarkan dan langsung nyelonong masuk aja.

(Name) melongo ketika ditinggal. "E-ehh bang! Buset, tungguin dong!" Ia cepat-cepat mengejar.

Sesampainya di auditorium, (Name) kembali dibuat kagum. Aula itu besar dan megah. Murid-murid udah banyak yang duduk.

"Kamu kelas berapa?" tanya Shinsuke.

"Kelas dua. Tapi belum tau masuk kelas mana."

Shinsuke mengangguk. "Duduk di pojok sana aja. Kursi kosong itu disiapin buat anak baru."

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang