[26] The Boyz

6.8K 1K 391
                                        

Sambil baca bab ini.. jangan lupa dengerin lagunya SO7 ya!

Happy reading! 💙

>><<

"Itu dia beberapa kata dari ekskul basket. Jika kalian berminat untuk mendaftar, silakan nanti temui ketuanya. Terima kasih."

MC dalam acara kali ini adalah Futakuchi, cowok berambut coklat yang merupakan teman sekelas (Name). Entah bagaimana dia bisa menjadi MC. Katanya sih dipaksa dengan iming-iming akan dijajani.

"Nah, sekarang mari kita lanjut ke ekskul selanjutnya, yaitu ekskul fotografi!" Futakuchi berseru seraya merentangkan tangan kanannya bersamaan dengan terbukanya tirai merah yang berada di belakangnya. Udah berasa acara Super Deal aja.

Tirai merah terbuka, menampilkan foto-foto dari ekskul fotografi. (Name) memandangi gambar-gambar yang terpampang di layar besar. Ia terpana dengan beberapa foto, sampai matanya mendelik ketika melihat satu gambar yang tidak asing.

"Hah? Bjir. Itu Atsumu jadi model?" tanya (Name), kaget, ketika melihat foto Atsumu berpose elegan memakai jas hitam.

Mai mengangguk. "Iya. Visualnya gak main-main sih, makanya banyak yang minta dia jadi modelnya."

Selain punya banyak fans, wajah Atsumu yang di atas rata-rata membuat anggota ekskul fotografi tidak berpikir dua kali untuk menjadikannya model. Dan tentu saja Atsumu dengan senang hati menerimanya. Selain supaya fans-nya bertambah, dia bilang menjadi model ekskul fotografi akan membuat semua orang mengakui ketampanannya. Hylih.

"Bjir lah." (Name) tak habis pikir.

"Kenapa emangnya?" tanya Osamu. Padahal menurutnya udah biasa.

(Name) menopang dagu seraya memandangi layar yang menampilkan berbagai foto. Mulai dari bunga, pantai, area sekolah, kendaraan, sampai manusia—termasuk Atsumu.

"Ngerasa aneh aja. Tapi cocok sih kalo dari segi visual, gue nggak munafik," akunya.

"Kalo gue cocok gak jadi model?" tanya Tanaka sambil menaikkan alis.

(Name) dan Mai serempak menoleh. Ekspresi mereka? Jelek. Osamu cuma bisa menahan tawa di sebelahnya.

"Cocok jadi model iklan," jawab Mai malas.

"Papan jebol, tapi," sambung (Name) dengan ekspresi datar.

"Pfftt..." Osamu dan Noya tertawa.

"Anjir!" Tanaka ngamuk.

(Name) cuek dan kembali memusatkan perhatian ke layar. Kini terpampang bunga spider lily putih yang berdiri sendiri, sementara di sekitarnya bunga-bunga lain sudah layu. Terlihat kesepian. Mungkin itu temanya.

Ekskul fotografi bukan sembarang ekskul yang asal jepret. Mereka menyusun tema juga. Misal tema pantai, ya fotonya pantai. Kalau temanya kebun binatang? Ya yang difoto kelas (Name), becanda. Kalau temanya biksu, Tanaka cocok jadi modelnya.

"Itu yang foto siapa?" tanya (Name) pada Mai.

"Suna."

(Name) kaget. "Dia ikut ekskul fotografi juga?"

"Iya. Motret orang itu keahliannya," jawab Mai. "Apalagi motret aib," sambungnya dengan nada jengkel.

Ia masih ingat aib dirinya yang terekam Suna. Saat itu pelajaran olahraga, Mai berlari dan tali sepatunya lepas. Akhirnya ia tersandung tali sendiri dan nyungsep. Bangsatnya, si Suna Rintangan itu malah motret, bukannya bantuin. Sialan.

"Njir, tukang ngumpul aib."

"Emang. Hampir semua aib anak HQ ada di dia. Lo harus hati-hati," ingat Mai.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang