Now playing :
Pecinta wanita - Irwansyah
Jangan lupa sambil dengerin ya bestie!
Happy reading 🤍🙆🏻
>><<
"Setelah menyaksikan penampilan meriah dari ekskul band sesi pertama, sekarang kita akan beralih ke ekskul seni," ujar Futakuchi sambil membenarkan mic-nya. "Sebelumnya, bagi kalian yang berminat ikut ekskul band, silakan daftar ke ketuanya, Semi Eita, atau Oikawa. Terima kasih."
"Dan sekarang, mari kita beri tepuk tangan untuk pameran lukisan dari ekskul seni!"
Tirai merah terbuka perlahan, memperlihatkan layar besar yang menampilkan satu per satu lukisan karya para anggota ekskul seni.
"Bagus-bagus banget gambarnya... iri, gue gak bisa gambar," ujar Mai dengan wajah pundung.
"Sama. Tapi gue bisa sih kalau ada contohnya," (Name) menimpali, menatap layar dengan mata berbinar.
"Gue enggak bisa sama sekali. Paling-paling bikin orang lidi sama gambar pemandangan gunung berserta sawah khas gambar anak SD." tambah Noya dengan ekspresi cemberut.
"Wahahah sama bro!" Tanaka menyetujui seraya menepuk pelan bahu Noya.
Layar bergulir menampilkan lukisan-lukisan yang silih berganti. Ada pemandangan, abstrak, hingga makanan—semua bergantian muncul di layar dengan transisi lembut. Lukisan tersebut sangat indah dan bagus, meskipun (Name) tidak terlalu tau makna dari lukisan abstraknya. Yah, tapi tak heran, yang namanya seni memang cukup sulit untuk dimengerti.
"Makanan juga digambar kah?" (Name) menoleh pada Mai ketika layar menampilkan lukisan dari berbagai macam makanan.
"Kalo temanya begitu ya digambar lah." Mai menyahut.
(Name) manggut-manggut mengerti, memutuskan untuk kembali memandang ke depan. "Itu yang gambar onigiri bagus," komentarnya ketika layar menampilkan lukisan onigiri.
"Gue yang gambar," celetuk Osamu tenang.
(Name) kaget. "Serius?! Ora percaya aku."
"Iya (Name), beneran dia," kata Mai, (Name) makin melotot.
"Terlihat gak meyakinkan tapi faktanya iya," timpal Noya.
"Kok bisa?" (Name) penasaran.
"Osamu tuh kalo udah soal makanan langsung serius," jelas Mai. "Awalnya ogah ikut, tapi pas tau disuruh gambar makanan dan bebas, dia langsung gas."
"Berarti lo anak ekskul seni dong?" tanya (Name).
"Enggak," jawab Osamu santai.
Mai yang menjelaskan. "Mereka dulu nyari anak kelas sepuluh yang berbakat, bukan minat doang. Jadi dites satu-satu, Osamu kedapetan. Tapi ya... dipaksa."
"Terus akhirnya kenapa mau?"
"Disogok onigiri dan gambar bebas," kata Tanaka, nyengir lebar.
"Bjir," umpat (Name).
"Ternyata gambarnya Osamu bagus. Anak ekskul seni langsung mau rekrut dia, tapi dianya gak mau," lanjut Mai.
"Wajar sih. Kalo dari awal emang gak niat, dipaksa juga gak bakalan mau," tanggal (Name).
"Right." Osamu setuju.
Mereka kembali memusatkan pandangannya ke arah layar.
"Gila, bagus banget gambarnya." (Name) terperangah.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fiksi Penggemar(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
