"Gue ada di mana nih?"
(Name) memandang ke sekitar. Entah kenapa tempatnya berada terlihat sangat tidak familiar. Terlebih lagi, kenapa benda yang dilihatnya besar-besar?
"Hah itu apaan?" tanya (Name) ketika benda panjang seperti tusukan itu menghampirinya.
"Woy! Jangan ditusuk-tusuk! Sakit anjing!" teriaknya ketika benda itu menusuknya.
Setelah ditusuk, (Name) diangkat dan diletakkan di dalam plastik. Kemudian ada sebuah tangan yang menaruh bumbu berwarna merah ke plastik itu.
"Akhhh panasss!" (Name) menjerit ketika bumbu merah itu mengenainya.
"... me)."
"PANASSS ANJRIT JAUHIN! AAA!"
"(NAME)! WOY!" Tanaka ngegas.
Sudah kehilangan kesabaran karena dari tadi bangunin (Name) yang tidur tapi gak bangun-bangun. Mana tidurnya udah lama banget lagi.
Noya geleng-geleng kepala. "Et, dah. Bocah ngigo."
(Name) menatap ke sekitar, ternyata masih di kelas. Keempat temannya menatatapnya aneh, tapi (Name) malah menghela napas lega.
"Anjir ternyata cuma mimpi!"
"Mimpi apaan sih sampe teriak-teriak?" tanya Mai.
"Lagi simulasi neraka ya, lo? Teriak panas-panas," celetuk Tanaka.
"Apa mimpi lagi di ruqyah?" tanya Noya.
"Ngaco!" elak (Name).
"Ya, terus mimpi apaan sampe teriak-teriak?" tanya Tanaka penasaran.
(Name) terdiam sebentar. Jujur, ia malu untuk cerita pada mereka. Mana tadi ngigo sampe teriak-teriak.
"Gue mimpi jadi cilok. Terus gue ditusuk-tusuk abis itu dibumbuin," jelasnya.
Noya langsung buang muka sambil tutup mulut. Bahunya gemetar seperti sedang menahan tawanya.
Sedangkan Mai dan Osamu hanya memasang wajah bingung.
"Bocah goblok." ejek Tanaka. "Saking pengennya sama cilok jadi kebawa mimpi."
(Name) manggut-manggut dengan ekspresi sedih. "Hiks, pengen cilok."
"Cil—apa?" tanya Mai bingung.
"Cilok. Jangan bilang lo gak tau cilok?" Mata (Name) menyipit tak percaya.
"Eh ... Hehehehe." Mai cengengesan.
"Cengengesan lagi lo! Seriusan gak tau cilok?" tanya (Name) lagi.
Mai geleng-geleng. "Enggak."
"Aci dicolok lho! Yang bentuknya bulat licin kayak kepalanya Tanaka." (Name) menunjuk kepala Tanaka.
"Heh!" Tanaka protes dan menoyor kepala (Name). "Gue mulu dibawa-bawa!"
"Ngapain gue bawa-bawa lo? Berat-beratin aja." (Name) mengelus kepalanya.
"Tapi emang bener kepala lo mirip cilok." Noya setuju.
"Noh Noya aja setuju!" seru (Name).
"Cilok itu makanan kan?" tanya Osamu memastikan.
"Iya lah. Ya masa kendaraan?" (Name) menjawab rada nyolot.
"Mirip bakso?" tanya Osamu, lagi.
"Iye."
"Terbuat dari daging juga?"
"Aci loh Aci!" geram (Name).
Bisa-bisanya jaman sekarang ada yang gak tau cilok! Baru keluar dari goa apa ya? Jelas-jelas cilok adalah jajanan terenak yang selalu (Name) beli ketika pulang sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Hayran Kurgu(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
