[56] Usut Tuntas

3.9K 548 129
                                        

"OMAAAAA! KARINA AESPA PULANG!!"

(Name) langsung melesat masuk rumah begitu turun dari mobil. Langkahnya cepat mencari keberadaan sang oma tercinta.

"OMAAA!!" teriaknya begitu melihat oma duduk santai di sofa ruang keluarga.

Wanita tua itu menoleh kaget sebelum tersenyum. Tak sempat berkata apa-apa, cucunya sudah menghujani pelukan erat.

"Aduh, cucu Oma. Gimana kabarnya?" tanya sang oma sambil mengelus pipi (Name) penuh sayang.

"BAIK!!" sahutnya riang. "Oma gimana? Duh, makin cantik aja kayak Angelina Jolie!"

Oma tertawa geli. Dari semua cucu, cuma (Name) yang doyan bercanda begini. Kadang bikin bahagia, kadang bikin elus dada.

"Kok kamu pulang sih, (Name)? Sekolahmu gimana?" tanya Mama heran, melihat anaknya malah nemplok manja ke oma. "Ini masih hari Selasa, loh. Kamu nggak bikin onar kan?"

(Name) terdiam sambil cengengesan. Waduh. Dia belum nyiapin alasan bohong yang aman. Bu Amanda sih nyuruh bilang terus terang, tapi mana berani? Mama itu kalau dengar kata dibully bisa meledak, walau kemungkinan besar malah nggak percaya.

"Anu…" (Name) garuk pipi, cengengesan.

Mamanya langsung memicingkan mata. "Jangan bilang kamu—"

"Sekolahnya lagi libur," potong Ayah cepat.

(Name) langsung melirik ayahnya, bingung tapi berbinar. Sang ayah cuma memberi kedipan mata dan lambaian tenang aja.

"Libur? Ada acara apa?" Mama tetap penasaran.

"Ulang tahun sekolah. Semua siswa diliburkan kecuali panitia."

Jawaban itu bikin (Name) ternganga kagum. Wah, ini sih skill ngarang tingkat dewa. Nilai bahasa Indonesia bapaknya pasti A+.

"Kok bisa? Biasanya kalau ulang tahun sekolah semua murid ikut partisipasi, bukan dipulangin?" Mama masih belum puas.

"Mah, ini kan sekolah elite. Persiapannya gede-gedean, tau!" (Name) ikut nimbrung, menambah bumbu cerita. "Kalau nggak percaya, tanya Suna. Dia nggak pulang soalnya panitia."

Suna pun resmi jadi tumbal tanpa izin. Nanti tinggal ancam supaya dia ikut akting biar kebohongan selamat.

"Jadi Suna masih di sana?" Mama memastikan.

Bapak dan anak itu mengangguk kompak. Untungnya Mama berhenti bertanya, membuat keduanya menghela napas lega.

"Panitia dipilih, ya? Soalnya Rin biasanya males ikut gituan," sela Oma tiba-tiba.

(Name) dan ayahnya kembali saling pandang. Lanjutkan misi.

"Iya! Yang nyuruh tuh Yaku. Dia OSIS, jadi Suna dijadiin seksi dokumentasi," tambah (Name) cepat.

Oma mengangguk. "Kasian, Rin."

Dalam hati, (Name) misuh. "Oma nggak kasian sama aku apa? Ini aku muter otak, lho!"

"Ya udah, sana istirahat dulu. Nanti turun buat makan," titah Mama.

"Siap, ibunda!" (Name) hormat lalu mencium pipi oma. "Naik dulu, ya, Oma!"

"Iya, selamat istirahat, kembarannya Karina Espa!" balas oma melucu.

(Name) ngakak. "Oke, Angelina Jono!"

"Kamu nggak pamit sama Ayah?" protes ayah, pura-pura cemberut.

(Name) berbalik sambil nyengir, lalu memeluk ayahnya sekilas. "Istirahat dulu, ya, Lee Min Ho!"

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang