[54] Have Fun With Oikawa

5.7K 652 294
                                        


(Name) menyengir ketika melihat Bu Amanda sudah berdiri di depannya sambil berkacak pinggang.

"Hormat kepada ibu negara!" serunya sambil memberi gestur hormat.

"Kamu pikir ibu bakalan ngelepasin kamu kalau kayak gini?" tatap Bu Amanda tajam.

Cengiran (Name) makin lebar. "Enggak sih. Tapi saya mau berterima kasih karena ibu sudah mau nemuin guru BK."

Beban di dadanya terasa berkurang. Aksi menghajar Cheryl dan gengnya memang berakhir dengan panggilan ke ruang BK, tapi (Name) menjelaskan semua dengan jujur, lengkap dengan bukti video bullying yang sudah ia siapkan.

Tetap saja, kekerasan tetap kekerasan. Walaupun korban, ia tetap dapat hukuman. Tapi ia bersyukur—Bu Amanda, se-galak apa pun, tetap pasang badan untuknya.

"Maaf ya, (Name). Padahal kamu murid baru, tapi sudah kena masalah begini. Kalau kamu bilang dari awal, mungkin ibu bisa bantu. Maaf kalau sekolah ini bikin kamu nggak nyaman."

Ucapan itu membuat hati (Name) hangat. Dia benar-benar bersyukur punya wali kelas seperti Bu Amanda.

Bu Amanda menghela napas, lalu mengusap kepala muridnya. "Orang tua kamu sudah tahu?"

"Belum. Kayaknya aku bakalan ngomongin sama Yaku dulu baru kasih tau orang tuaku," jawab (Name).

"Sebaiknya tetap beri tahu. Takutnya ibumu dengar dari orang lain malah khawatir."

(Name) terdiam sejenak. Dia nggak mau bikin orang tuanya panik, tapi Bu Amanda ada benarnya juga.

"Terima kasih, Bu. Nanti saya pikirkan lagi."

Bu Amanda tersenyum tipis, memeluknya sebentar. "Kalau sudah berkemas, kasih tahu ibu. Ibu antar pulang."

(Name) mengangguk. "Sekali lagi makasih, Bu."

"Sama-sama." Bu Amanda beranjak pergi.

(Name) memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Tapi belum sempat melangkah, teriakan memecah suasana.

"(NAMEEEEE)!!!!!!"

Reflek, (Name) menoleh.

Mai berlari mendekat dengan wajah heboh. "Sumpah, lo keren banget tadi! Gue sempet panik takut lo kenapa-kenapa."

"Ini (Name). Apa yang lo takutin? Harus-nya lo khawatir aja sama Cheryl dan antek-anteknya," celetuk Osamu.

Mai mendengus. "Lo juga khawatir kan? Yang dari awal rencana sibuk ngedumel ini-itu, kalo bukan lo siapa?"

"Setan," jawab Osamu asal.

"Gue masih gak nyangka sumpah." Noya memandang (Name) tanpa berkedip. "Ini cewek yang main basket di Sukawaras itu? Yang cakep itu? Yang mainnya keren itu?"

"Kenapa? Lo pasti gak nyangka karena gue se—"

"Gak waras ini?" potong Tanaka gak ada akhlak.

"Anying!" maki (Name).

"Padahal waktu main basket mukanya kayak orang bener. Taunya gak waras. Gak jadi nge-fans lah gue," ucap Tanaka minta ditampol.

(Name) mencebik kesal. "Belum aja gue sambit kepala lo itu pake bola bowling."

"Eh terus gimana itu? Putusan BK?" tanya Mai baru engeh.

"Yah, gue tetep dikasih hukuman," jawab (Name).

"Anjir?! Kok bisa? Lo udah kasih videonya kan?" tanya Noya.

(Name) mengangguk. "Tapi kan gue juga ngelakuin kekerasan ke Cheryl. Jadi tetep dikasih hukuman."

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang