Waktu istirahat memang paling cocok dihabiskan bersantai di rooftop. Selain udaranya sejuk karena angin sepoi yang terus berhembus, tempat ini juga jarang didatangi orang.
"Geseran dikit, Cok!" Oikawa menyenggol kaki Terushima yang tengah selonjoran di sofa.
"Gue ngantuk. Lo diem dulu." balas Terushima sambil memejamkan mata.
Di sebelah mereka, Atsumu terlihat gabut—menyusun biji kuaci milik Suna jadi seperti domino. Di pojokan, Bokuto sibuk menidurkan hamster kesayangannya, Pete, dengan belaian super lembut.
Tiba-tiba, Kuroo menyerobot masuk dan melemparkan selembar kertas ke tengah-tengah mereka. Semua mata langsung menoleh.
"Apaan nih?" tanya Oikawa sambil memungut kertasnya.
Kuroo menjatuhkan diri ke sofa di sebelah Suna dan menjawab singkat. "Baca aja."
Oikawa membaca sekilas, dahinya mengernyit. "Undangan? Bokap lo mau nikah lagi?"
"Hah? Serius?!" seru Atsumu antusias, langsung berdiri buat kepo liat isi undangan itu.
"BACA DULU, SETAN!" Kuroo mengomel sambil menimpuk kepala Oikawa pakai kuaci.
Suna langsung mendengus kesal. Kuacinya jadi korban. Padahal, kepala Oikawa tuh gak sebanding dengan nilai kuacinya. Sialan si Kuroo.
"Birthday party," gumam Oikawa setelah membaca lebih jelas. "Oh, ulang tahun toh. Gue kira bokap lo nikah lagi."
"Daripada dia yang nikah, mending gue aja sekalian." Kuroo menggerutu masam.
"Minimal ada dulu calonnya!" celetuk Suna sambil buru-buru mindahin kuacinya ke tempat aman.
"Ada kali. Tinggal milih aja." sahut Kuroo dengan nada jumawa.
"Halah." Oikawa mencibir.
"Kalian pada dateng gak?" tanya Bokuto sambil menoleh satu per satu.
"Nyokap bokap sih udah pasti dateng." jawab Oikawa.
"Lo?" Kuroo melirik ke arah Suna.
Suna melirik balik sebentar. "Kalau gue rajin, gue dateng.
"Kapan sih lo rajin?" cibur Oikawa.
"Kalo ada gosip panas, Suna paling cepet dapet info sampe akar-akarnya," tambah Atsumu sambil ngakak.
"Emang dasar lambe," timpal Oikawa.
Suna mendengus. Belum aja di spill semua aibnya.
"Gue sih dateng. Biasanya banyak cewek cakep, lumayan buat di-gebet satu," ujar Terushima dengan alis naik-turun.
"Ngapain nyari? Bawa sendiri aja." Bokuto menimpali polos.
"Yailah, buat apa bawa? Gue kedip juga langsung dapet." jawab Terushima sok.
"Najis." Oikawa melirik sinis. "Yang seharusnya bawa gandengan tuh Kuroo. Masa acara ultah bokapnya, anaknya jomblo?"
"Bener juga." Kuroo mengangguk, duduk tegak. "Besok kalian pulang dulu atau dari asrama?"
"Gue pulang. Bunda udah kangen masakan si bontot." sahut Atsumu.
Kuroo menaikkan sebelah alisnya. "Osamu doang, lo enggak?"
"Apa yang mau dikangenin dari Atsumu?" Suna menyeringai, mengejek.
"Cocotmu! Gini-gini gue orangnya ngangenin!" protes Atsumu. "Gue pulang juga. Bokap mau bahas properti lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fanfic(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
