[08] Lah?

7.2K 1.1K 76
                                        

Setelah dari parkiran, Kuroo dan Semi berjalan santai menyusuri lorong asrama.

"Lo liat cewek yang nimpuk lo kayak gimana?" tanya Kuroo sambil nyelipin tangan ke kantong celana.

"Liat sekilas," jawab Semi singkat.

"Ciri-cirinya gimana?" Kuroo menyelidik, alisnya naik satu.

"Gak terlalu inget. Tapi... kalo ketemu lagi gue pasti inget mukanya."

Kuroo mencibir. "Yeuuu pikun."

"Namanya juga kena timpuk, bukan ketemu fans," sinis Semi sambil buang muka.

Belum sempat Kuroo menimpali, matanya menangkap sosok familiar di ujung lorong---Yaku. Dan otomatis, mode rese-nya aktif.

Dengan senyum jahat khas Kuroo, ia melontarkan kalimat maut. "Cintai ususmu, minum Yakult tiap hari."

Yaku langsung berhenti. Menoleh tajam kayak kucing mau nyakar.
"Lo mau gue buang ke Mars?"

"Jangan dong. Nanti gue gak bisa liat penghuni Bumi yang cantik-cantik," balas Kuroo enteng.

"Najis, buaya," dengus Yaku malas.

"Cocot lo dijaga ya, sobat," balas Kuroo, sambil nunjuk Yaku dengan gaya abang-abang penjual tongsis di festival.

Yaku hanya memutar bola matanya. Hari pertama balik ke asrama dan dia langsung ketemu makhluk hidup paling mengganggu ini.

"Eh, Yak. Denger-denger sepupu lo sekolah di sini juga ya?" tanya Kuroo sambil nyengir.

Yaku terdiam sepersekian detik.
Kenapa sih bocah ini bisa tahu?!

"Gue gak punya sepupu," jawabnya cepat. Datar. Too fast to be true.

"Halah, boong banget. Suna yang bilang, woy."

Dalam hati, Yaku mengumpat. "Anjir, harusnya gue sogok lebih banyak. Gue lupa kalo si Suna itu tukang gosip."

"Jangan percaya, musyrik," elak Yaku dengan gaya seolah-olah sedang menyelamatkan negara dari serangan alien.

"Tadi kita juga liat lo bawa cewek di mobil. Ayo ngaku," cecar Kuroo.

"Nyokap gue itu," alibi Yaku.

"Nyokap lo gak gitu bentukannya, bray!" potong Kuroo kesal. Dia tau betul rupa Ibu Yaku, dan cewek tadi tuh beda jauh. Meskipun cuma kelihatan belakangnya, insting buaya-nya gak mungkin salah.

"Aduh gue balik ke kamar dulu ah," tukas Yaku, langsung cabut sebelum interogasi makin brutal.

Bukan tanpa alasan Yaku tidak memberitahu. Pasalnya, kalau ia sampai membeberkan soal (Name) sekolah di sini, bisa berabe. Yang pertama, Yaku pernah bilang pada (Name) untuk menjauhi mereka. Kan agak gak masuk akal kalo Yaku abis bilang begitu, tapi dia sendiri malah ngasih tau Kuroo soal (Name). Yang kedua, walaupun Yaku agak gedeg sama sepupu laknatnya itu, Yaku tidak mau (Name) menjadi korban dari para buaya lepas kandang ini.

"WOY, YAKU! Buset dah. Keliatan banget gak mau kasih tau." Kuroo geleng-geleng kepala agak sebal.

Semi akhirnya nyeletuk datar. "Ya iyalah, takut sepupunya jadi korban kekardusan lo."

"Alat makanmu dijaga, sobat. Gue mah gentleman. Si Teru tuh yang gak bisa dikontrol."

"Lo berdua tuh sama aja," balas Semi sambil jalan lagi.

"Kayak lo enggak aja."

"Emang enggak."

"Halah. Fans lo aja bejibun, kalah idol Korea mah."

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang