Hai guys!!
Absen dulu dong. Kalian tim baca sambil vote dan komen, vote doang, atau vote dulu baru baca?🤔
Kalo aku sih vote sambil baca tpi kadang komen, hehe 😁
Kalian gimana?
>><<
"(NAME)!!!"
Teriakan yang menggema sampai ke ujung rumah sukses membuyarkan mimpi indah gadis itu. Ia menggeliat pelan, mengucek mata yang masih berat.
"Aduh… kenapa sih, Ma?" gumamnya setengah sadar.
"Kamu masih tanya? Ini udah siang, (Name)! Ya ampun!" omel ibunya.
"Terus kenapa?"
"Bangun! Masa libur kerjaannya cuma tiduran. Ayo, mandi!"
"Males."
"Et, anak gadis gak boleh males." Ibunya menarik (Name) yang hendak tiduran lagi.
"Nih." Lalu menyodorkan paper bag ke arahnya. "Tolong anterin kue pesanan Pak Jefri. Mama lagi sibuk buat pesanan yang lain."
(Name) berdecak. "Emangnya gak bisa dianter pake ojol aja?"
"Bisa… tapi mumpung kamu nganggur." Ibunya tersenyum penuh kemenangan. "Cepat mandi, berangkat!"
Dengan terpaksa (Name) menyeret diri ke kamar mandi. Hari liburnya resmi diacak-acak ibunya.
"Padahal mau rebahan manja, malah jadi kurir dadakan," gerutunya sambil mengeluarkan motor.
"Loh, kak (Name)?"
(Name) menoleh. Seorang bocah perempuan bergaun biru dengan rambut dikuncir dua berdiri di depan rumah—Reina.
"Kok kakak di sini? Nggak sekolah?" tanyanya polos.
"Libur, dong." (Name) menutup pagar. "Eh, kamu ngapain berdiri di depan rumah pagi-pagi? Mau ngebegal, ya?"
Reina manyun. "Aku lagi nungguin tukang bubur kacang hijau Mas Yayat. Biasanya jam segini udah lewat."
(Name) mengernyit. Anak orang kaya, tapi rela berdiri di depan rumah demi bubur?
"Kenapa nggak minta bibi beliin?"
"Kan aku yang mau makan. Masa nggak usaha sendiri?" jawab Reina santai. "Bunda sama Ayah juga nggak di rumah, aku nggak mau ngerepotin bibi."
Jawaban itu sukses bikin (Name) bengong. Bocah ini… independennya kelewatan.?"
"Bunda sama Ayah lagi gak ada di rumah jadi Reina gak mau ngerepotin bibi," lanjut gadis kecil itu.
(Name) langsung memasang wajah prihatin. "Harusnya kamu repotin aja abangmu itu. Telpon dia, suruh dia pesanin bubur buat kamu."
"Gak mau ah. Reina masih bisa sendiri," tolaknya.
Lagi-lagi (Name) tercengang. Tapi.. ia kepikiran.
"Eh, cil. Gimana kalo kamu ikut kakak?"
Reina mengernyit. "Ke mana? Aku gak akan diajak ngamen ke lampu merah, kan?"
"Sembarangan! Nggak lah! Kakak mau antar kue pesanan Pak Jefri. Sekalian kita cari bubur kamu itu."
Reina melirik motor Beat milik (Name). "Itu motor merk apa?"
"Beat. Ora Beat, ora sweet!" jawab (Name) bangga.
Reina nyengir. "Kayaknya lebih enak naik motor ini daripada motor Abang."
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fan-Fiction(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
