[49] Spill the tea💅💅

5.1K 639 130
                                        

Nih aku up lagi, ya, sayangku😘

Jangan lupa vote komen-nya!

Kalo ada komen yang moodboster nanti aku up lagi😁

Happy reading!

>><<

"Bang, Abang!! Abang bangun!!" Reina berteriak tepat di depan telinga abangnya, sambil menepuk-nepuk wajah tampan itu dengan sebal.

Gadis kecil itu melompat-lompat di kasur, berusaha membangunkan sang abang yang usianya lebih tua sepuluh tahun darinya.

"Ish, Abang bangun!! Gak boleh bangun siang, nanti cepet matinyaaaaa!!!"

Tamparan-tamparan kecil Reina makin brutal. Ia juga menendang punggung Suna sampai cowok itu terjungkal dari tempat tidur.

"Aduh, ngapain sih, cil?!" Suna yang baru bangkit dari alam kub—mimpi memandang Reina kesal lewat mata sipitnya.

Dengan susah payah, cowok itu duduk sambil memegangi kepalanya yang berat akibat kebanyakan minum.

"Nah, bangun gini kan enak." Reina tersenyum puas. "Mandi sana buruan! Bau tau!"

"Nanti aja, ah." Suna menolak sambil hendak rebahan lagi, tapi Reina buru-buru menarik lengannya.

"Gak boleh males, Abang!! Gimana mau punya pacar kalo mandi aja ogah?" cibir Reina. "Kok kak (Name) tahan, ya, deket Abang semalem? Kalo aku jadi dia, udah aku buang abang ke rawa!" lanjutnya dengan menggebu.

"Pedes banget mulutmu, dek." Suna cemberut.

Tapi mendadak wajahnya berubah ketika mendengar nama (Name) disebut.

"(Name)? Emangnya semalem abang ngapain?" Suna mengernyit. Yang dia inget, terakhir dia gendong (Name) ke parkiran... terus? Kok tiba-tiba udah di rumah aja?

Reina berdiri dengan tangan di pinggang. "Makanya kalo makan jangan rakus! Kekenyangan jadi bego!"

Suna masih keliatan bingung meskipun hatinya agak sakit mendengar omelan Reina.

"Abang tuh semalem ketiduran! Nyusahin kak (Name) tau! Kasian dia harus bopong badan abang yang kayak gorila itu!" cerocos Reina.

Suna terdiam."Gitu, ya?"

"Iya! Udah sana mandi! Abis itu minta maaf ke Kak (Name)!" seru Reina sambil mendorongnya.

"Harus minta maaf?"

"Iya lah! Pake nanya? Sana cepett!!"

"Iya, iya, bawel."

Suna akhirnya menyerah dan menuju kamar mandi, bersiap menebus rasa bersalahnya.

>><<

"(NAME)!! BURUAN BANGUN!! SARAPAN WOYY!!"

"(NAME)!! BANGUN UDAH SIANG!!"

Suara Yaku menggema seperti toa masjid. (Name), yang masih tenggelam di pulau kapuk, mengerang kesal. Bukannya dia masih ada di asrama? Kok sudah pulang saja?

"BAWEL!" teriaknya, seraya mengacak rambut.

Padahal tadinya dia berharap bisa tidur nyenyak setelah semalam... ya, semalam... diserbu pelukan Suna.

"Hahh... lupain aja. Dia gak sadar juga," gumam (Name).

"(NAME) MANDI BURUAN SARAPAN! MAMA UD—"

"IYA MAH IYA!" balas (Name) teriak.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang