(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
Suna keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang bertengger manis di atas kepalanya. Rambutnya masih basah dan meneteskan sisa air, tapi ia tidak terburu-buru mengeringkannya. Sambil mengusap rambut dengan handuk, Suna melirik ke arah nakas meja tempat ponselnya tergeletak.
Layar ponsel menunjukkan waktu yang sudah memasuki jam makan malam. Seharusnya sekarang dia turun untuk makan di kantin asrama. Tapi Suna terlalu malas. Badannya baru saja kena air hangat, dan kasur terlihat jauh lebih menggoda dibandingkan piring nasi.
Sehabis hunting jajanan tadi, mereka pulang dengan selamat sentosa tanpa ketahuan. Pulangnya udah hampir malem malah. Untungnya gak ada yang curiga satupun.
Ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan malas, membiarkan handuk melorot ke atas bantal. Dengan malas, ia menyambar ponsel dan membuka galeri.
"Rezeki gue dapet aibnya si Oik," gumamnya sambil menyeringai puas.
Jarinya menekan layar dan memutar ulang sebuah video yang berhasil ia rekam diam-diam—momen legendaris ketika Oikawa digoda habis-habisan oleh Ci Mei, banci komplek yang notabene teman akrab (Name).
Suna masih belum habis pikir. (Name) memang udah dikenalnya sebagai cewek yang agak "prik", tapi ternyata lebih ekstrem dari dugaannya. Mainnya sama banci? Ini udah bukan level biasa. Antara geli dan kagum, Suna sendiri gak yakin apa yang sebenarnya ia rasakan tentang gadis itu.
Tiba-tiba notifikasi berderet masuk. Grup chat "Bulapak" mendadak ramai.
Tring! Tring! Tring!
Suna melirik, membuka obrolan grup itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.