Kalo ada yg typo tandai!
Jangan lupa vote dan komennya!!
Happy reading 🤍🤍
>><<
(Name) celingak-celinguk, mencoba mengenali jalan. Ia lagi-lagi lupa arah. Biasa, penyakit lupanya kambuh.
"Ke sana, kali ya?" gumamnya pelan.
"Fix ke sana deh." Setelah mikir sebentar, (Name) pun melangkah mantap.
Jdug!
Karena terlalu fokus lihat jalan, (Name) nggak sadar ada kardus besar di depannya. Alhasil—nabrak.
"Haduh! Ini kardus gede amat, sih? Kok bisa nyasar ke sini?" gerutunya sambil meringis.
Dari balik tumpukan kardus itu, muncul kepala seseorang. "Kamu nggak apa-apa?"
Mata (Name) langsung membelalak.
"Loh? Kak Alisa?"
Alisa menyengir dari balik kardus yang ukurannya nggak masuk akal dibandingkan badannya. Meskipun tinggi, Alisa tetap kelihatan kayak mau tumbang karena bawa dua kardus sekaligus. Udah kayak orang mau pindahan.
"Maaf ya, (Name). Kamu ketabrak, ya?" ucap Alisa sambil meringis kecil.
"Sedikit sih. Kak Alisa mau ke mana bawa kardus segede gini?"
"Ruang OSIS."
(Name) melongo. "Ini anak-anak OSIS krisis empati apa ya? Kemarin Shinsuke bawa buku seabrek nggak ada yang bantuin, sekarang Alisa bawa dua kardus gede banget sendirian."
"Kamu sendiri lagi ngapain? Bukannya sekarang masih jam pelajaran?" tanya Alisa, bingung.
"Nggak ikut olahraga, Kak. Sepatu aku disita Pak Ukai."
"Loh? Kenapa?"
(Name) menggaruk kepala, malu-malu. "Pakenya beda warna. Kanan hitam, kiri putih."
Alisa mengerutkan dahi. "Kok bisa begitu?"
"Tadi buru-buru. Telat."
"Hah? Tapi bukannya aku udah bangunin kamu?"
"Udah, Kak. Tiga kali malah. Tapi aku tidur lagi. Hehe."
Alisa cuma bisa geleng-geleng kepala.
"Yaudah, kalau nggak ikut pelajaran, jangan kelayapan. Ntar nyasar."
"Udah nyasar ini..." batin (Name) pasrah.
"Kalau gitu aku duluan, ya. Udah ditungguin."
"Bentar, Kak! Aku ikut aja deh. Daripada nyasar. Lagian aku juga nganggur."
(Name) langsung menawari diri. "Sini, aku bantuin bawa kardusnya."
"Gapapa, ini enteng kok," tolak Alisa.
"Enteng sih, tapi dua gitu. Ribet, Kak."
Alisa terdiam. Ya juga, sih. Kardusnya tinggi, nutupin pandangan. Susah juga buat jalan.
(Name) langsung mengambil satu kardus. "Sini, biar aku aja."
"Makasih, ya." Alisa tersenyum.
"Sama-sama."
Mereka pun berjalan bareng menuju ruang OSIS. Begitu masuk, semua orang yang ada di dalam langsung menoleh.
(Name) dan Alisa menaruh kardus di lantai. Mata (Name) mengelilingi ruangan yang cukup luas. Ada meja panjang di sisi kanan dan kiri, kemungkinan buat rapat. Interiornya elegan, cat temboknya juga kalem.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fanfiction(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
