(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
(Name) sedang mengeringkan rambutnya yang masih basah usai mandi. Sejujurnya, dia jarang-jarang nyiram kepala. Paling kalau lagi gerah, mumet, atau stres aja baru deh rambutnya ikut diguyur.
"Udah selesai mandi, (Name)?" tanya Alisa.
Gadis itu mengangguk.
"Ayo ke bawah, udah masuk jam makan malam," ajak Alisa.
(Name) terdiam. Jujur, dia lagi capek banget dan males kalau harus turun. Udah kebayang nanti bakal ketemu para pengganggu. Bukannya takut, tapi males ngeladenin.
"Ayo, (Name). Aku udah lapar," Yukie ikut mengajak.
"Duluan aja deh, kak. Nanti aku nyusul," jawab (Name).
Alisa dan Yukie saling pandang, lalu Alisa memastikan. "Gapapa?"
"Gapapa."
"Ya udah, tapi jangan nggak turun. Harus makan walaupun sedikit, oke?" pesan Kiyoko.
"Siap, kak!" (Name) tersenyum tipis.
Begitu ketiga kakak kelasnya keluar, (Name) langsung menjemur handuknya, lalu merebahkan diri di kasur empuk.
"Kenapa hidup gue jadi ruwet gini, sih?" gumamnya sambil menatap langit-langit.
"Apa gue bongkar aja, ya? Capek juga nyamar kayak agen FBI... mana gak digaji lagi," lanjutnya setengah menggerutu.
Ting!
Suara notifikasi bikin kepalanya menoleh ke arah ponsel di nakas. Dia meraih benda persegi panjang itu dan membuka aplikasi chat.