"SHITT!!"
"SHITAAA!"
"SHIT!"
"SHITAAA MAIN YOK!"
Teriakan tak beradab itu menggema di lorong asrama. Sekelompok makhluk yang akhlaknya berada di bawah rata-rata sedang ribut-ribut di depan kamar orang, tepatnya kamar Ennoshita.
BRAK!
Pintu kamar dibuka lebar. Muncul sosok dengan wajah lelah, mata sayu, dan seragam sekolah yang masih utuh dikenakan. Ennoshita berdiri di ambang pintu, menatap rombongan biang keributan itu dengan ekspresi penuh dendam kesumat.
"Apaan?!" serunya ketus. "Manggil orang yang bener! Nama gue Ennoshita, bukan 'shit'!"
"Kayak umpatan aja. Shit." lanjut Ennoshita kesal bukan main. Niat hati ingin istirahat tapi pintu kamar malah digedor-gedor dan diteriaki macam mau digrebek.
"Lah justru karena nama lo Ennoshita, kita panggil shit. Kalo kita panggil shot, nanti lo jadi Ennoshota dong!" Oikawa berseru enteng.
"Nah! Kalo lo dipanggil shot nanti lo jadi ganti nama, shit." Bokuto yang otaknya di bawah rata-rata menambahi.
Ennoshita hanya mampu memutar matanya malas. Ingin sekali menendang para oknum-oknum tidak jelas ini keluar.
"Lah pada mau ngapain nih rame-rame ke sini?"
Mereka menoleh dan mendapati Noya yang baru datang dengan seragam acak-acakan. Tas disampirkan sembarangan di bahu kiri.
"Tumben lo, Noy? Biasanya sebelum bel, udah ngacir nyamperin Kiyoko." Oikawa heran, agak menyindir.
"Udah diwakilin Ryu. Gue kebelet berak jadi tadi ke toilet dulu." Noya menjelaskan singkat. "Pada ngapain lo?"
"Kamar sebelah. Gue mau ngecek sesuatu," jawab Kuroo.
Noya mengernyit. "Ngecek apaan?"
"Kita mau lihat cewek yang di kamar sebelah, Noy," sahut Atsumu.
"CEWEK??" Noya melongo. "Lah, kamar sebelah kosong, kampret!"
"Yang bener lo? Si Kuroo bilang ketemu cewek kemarin. Masa iya gak ada?" Oikawa menatap Noya dan Kuroo dengan tatapan tanya.
"CEWEK MATAMU! Jelas-jelas kamar sebelah kosong. Ya gak, No?" Noya beralih menatap Ennoshita, meminta persetujuan teman satu kamarnya itu.
Ennoshita mengangguk. "Bener. Kamar sebelah kosong. Gak ada penghuninya. Udah lama gak ditempatin."
"Terus yang Kuroo liat apaan dong?" Bokuto bertanya dengan wajah bingung macam pantat ayam itu.
"Mana gue tau?" Noya mengangkat bahu. "Mbak Kunti kali. Soalnya kemarin gue juga liat ada cewek di kamar sebelah. Rambutnya menjuntai sampe nutupin muka. Gue tanya Enno, katanya kamar sebelah kosong."
Bokuto mendelik. "Balik aja yok! Jangan-jangan itu setan lagi!"
"Masa iya setan cakep?" Kuroo bertanya-tanya.
Ennoshita menghela napas melihat perdebatan di depannya. "Terakhir kali lo dobrak kamar gue juga karena kabur dari Bu Karina kan? Lo nyasar ke kamar sebelah?"
Kuroo mengangguk. "Waktu itu gue ketemu tuh cewek di dalem."
"Lo salah liat kali, Kur. Kamar itu kosong, anjir. Percaya sama gue!" Noya yakin banget. Seyakin-yakinnya sama kayak perasaannya ke Kiyoko.
"Musyrik percaya sama lo. Gue yakin, gue gak salah liat."
Tanpa menunggu aba-aba, Kuroo langsung masuk ke kamar Ennoshita, diikuti Atsumu, Bokuto, dan Oikawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fiksi Penggemar(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
