[58] Masa Lalu (Name)

4.6K 521 185
                                        

"Kalian tadi ke mana aja?" tanya Ibu (Name) sambil menatap anaknya.

(Name) yang sedang menyendok lauk menoleh. Mereka sedang berkumpul di meja makan. Reina ikut makan malam karena orang tuanya menitipkan gadis itu pada Oma. Kebetulan Suna belum pulang, jadi daripada Reina sendirian di rumah, lebih baik ia di sini.

"Kita jalan-jalan ke sekolah lamanya Kak (Name), Tante!" jawab Reina antusias.

Seharian bersama (Name) membuatnya senang. Mereka jajan, keliling, dan bermain bersama Kagami serta Kuroko—teman (Name).

"Wah, ngapain aja di sana? Berburu jajanan?" tanya Ibu (Name) sambil tersenyum.

Reina mengangguk cepat. "Reina nyobain banyak jajanan! Ada rambut nenek—manis banget, langsung meleleh di lidah!"

(Name) ikut tersenyum mendengar ceritanya.

"Terus ada cireng isi, susu kacang, sama ciloknya Babeh Soleh. Oh iya, tadi Kak Kuroko traktir makan juga!"

"Kuroko?" Ibu (Name) menoleh ke anaknya. "Temanmu yang hawanya gak ada itu?"

(Name) nyengir lalu mengangguk. Yah, memang begitu, kehadiran Kuroko tipis banget sampai orang sering nggak sadar dia ada.

"Maksudnya apa, Tante? Hawanya nggak ada?" Reina mengernyit bingung.

Ibu (Name) mencoba menjelaskan. "Gini, sayang. Biasanya kita bisa ngerasain kalau ada orang di sekitar kita, kan? Nah, Kuroko ini… rasanya kayak nggak ada. Jadi suka bikin kaget."

"Intinya, dia muncul tiba-tiba kayak tadi," tambah (Name).

Reina masih terlihat bingung tapi akhirnya mengangguk saja.

"Udah, jangan dipikirin. Makan, yuk," ucap Ayah (Name).

"Oke, Om," jawab Reina lalu mulai makan.

"Nanti Reina tidur di kamarnya Kak (Name), ya?" pinta Oma.

Reina langsung cemberut. "Aduh, Oma… Reina nggak bisa tidur di rumah orang. Mending Kak (Name) aja yang tidur di rumah Reina."

(Name) yang sedang menyuap nasi terhenti. Semua mata kini tertuju padanya.

"Kamu nginep di rumah Reina. Gimana?" tanya Ibu (Name).

"Iya, kasihan kalau dia sendirian," timpal Ayahnya.

(Name) melirik Reina yang menatapnya penuh harap. "Iya deh, nanti aku tidur di rumahmu, Cil."

"YES!" Reina bersorak. "Nanti kita main game dulu sebelum tidur, ya!"

(Name) tertawa kecil. "Iya, tapi nanti kalau udah waktunya tidur, tidur beneran."

"Siap, Kak (Name)!"

Oma tersenyum melihat kedekatan mereka. Ia mengusap rambut Reina dengan sayang. "Yuk, makanannya dihabisin."

"Oke, Oma!"

>><<

"UNO GAME!"

(Name) tertawa lepas setelah menghempaskan kartu terakhirnya yang membuat Reina cemberut kesal.

"ISH, KAK (NAME) CURANG!"

"Loh? Kalah mah kalah aja, dek!" ledek (Name).

Reina makin cemberut. Sudah lima kali ia kalah, dan wajahnya kini penuh coretan lipstik ulah (Name).

"HAHAHA! Kayak Cepot kamu, cil!" (Name) ngakak sambil menunjuk wajah Reina. "Sini, kakak foto dulu!"

"ISH, kak (Name)!!!" Reina buru-buru menutupi wajah dan menjauh.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang