Heyoo gess!!
Kalo ada yg typo tandai ya!😉
Happy reading 🤍
>><<
"BARIS WOY BURUAN YANG BENER!"
Teriakan itu berasal dari Futakuchi yang menatap jengkel teman sekelasnya. Upacara sudah mau dimulai tapi mereka belum ada satupun yang berbaris dengan benar.
Sial sekali Futakuchi dapat kelasan yang susah di atur dan double sial untuknya karena harus menjadi ketua kelas, XI IPS 4 ini.
"Sabar anjing." Taketora ngegas.
"Gece, cok! Lelet amat." Futakuchi gregetan. "Yang lurus barisnya woy!"
"Si Futa marah-marah mulu njir." Korai menggumam.
"Eh kuaci! Lo marah-marah mulu gue liatin. Hamil, ya?" tunjuk Noya.
"Sembarangan lo! Itu karena kalian susah di atur. Buruan buat barisan! Ntar gue kena semprot anak OSIS." sungut Futakuchi. Netranya kembali memperhatikan barisan kelasannya yang masih mencong.
"Takut sih sama anak OSIS." Tanaka mencibir.
"Heh botak! Gue aduin Kiyoko lo!" ancam Futakuchi.
"Eh iya jangan." Tanaka langsung ciut.
"Si (Name) ke mana ya? Kok belum dateng sih?" Mai celingak-celinguk mencari keberadaan gadis itu tapi nihil. (Name) sama sekali belum menampakkan aura kegoblokannya.
"Sam, lo liat (Name) gak?" tanya Mai pada Osamu.
Osamu menggeleng. "Enggak."
"Lah ke mana tuh anak ya?" Mai bingung.
"Jangan-jangan... bolos lagi?" tebak Noya.
"Gak mungkin. Si (Name) aja buta arah, mau bolos ke mana?" balas Mai.
"Iya juga ya." Noya tersadar.
"Baris yang bener, et, ini anak IPS kagak bisa di atur." Kuroo berkomentar ketika melewati barisan anak IPS yang masih acak-acakan. Ada yang masih mengobrol, baris di bukan kelasnya, ada juga yang nongkrong di belakang. Benar-benar berantakan.
"FUTAKUCHI! KELASAN LO NIH!" Kuroo teriak, menunjuk barisan belakang yang tampak acak-acakan.
"BAWEL!" Futakuchi teriak dari depan. Ia sudah lelah.
"Eh botak! Lo gak bawa topi kan? Baris belakang sini!" Kuroo menarik kerah belakang Tanaka untuk berbaris di paling belakang, terpisah dengan barisan kelasnya.
Untuk anak-anak yang tidak memakai atribut lengkap, mereka akan ditempatkan di barisan belakang ketika upacara sedang berlangsung.
"Ah, anjing." gerutu Tanaka.
"Heh congornya! Gue bilangin Kiyoko lo!" Kuroo mengancam, dengan enteng menggeplak kepala Tanaka.
"KENAPA SIH MAINNYA NGADUAN?!" Tanaka ngegas. "Kesel banget gue." Ia misuh-misuh tapi tetap berjalan ke barisan belakang.
Kuroo melirik Suna yang asik memainkan ponsel dengan tangan kiri yang dimasukkan ke saku celana.
"Gak usah sok keren, nyet. Dasi lo tuh!" tunjuk Kuroo pada dasi Suna yang belum terpasang rapih.
Suna melirik sekilas. "Berisik."
Setelah itu Kuroo berlalu untuk mengecek anak-anak lain yang atributnya kurang lengkap.
Suna mengedarkan tatapannya ke sekitar, mencari sosok gadis berkacamata yang semalam lagi-lagi melakukan hal ceroboh. Tapi (Name) belum menampakkan batang hidungnya. Entah ke mana gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fiksi Penggemar(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
