Sehabis membereskan semua barang-barangnya tadi, (Name) kelelahan dan akhirnya tertidur. Dan sekarang, dengan mata yang masih tertutup, (Name) keluar dari rumah. Sesekali ia menguap lebar sembari berjalan. Katakanlah kalau sekarang ia sedang tidur sambil berjalan. Siapa suruh ibunya menyuruh dirinya keliling komplek di saat (Name) tengah mengantuk berat.
Sementara itu, seorang cowok yang tengah memegang sebuah skateboard-- mengernyit heran ketika melihat seorang gadis keluar dari rumah sebelahnya dengan mata yang masih tertutup sempurna.
"Sejak kapan oma punya anak gadis? Kayaknya seumuran sama gue."
Penasaran, Suna--yang merupakan tetangga sebelah--mengikuti (Name) yang berjalan sembari tertidur, hingga gadis itu berhenti di sebuah minimarket dan duduk di sana. Ralat, melanjutkan tidurnya. Ia menelungkupkan kepalanya di meja dengan beralaskan tangan miliknya.
Suna mengikuti dan mengambil tempat di depan gadis yang tengah tertidur itu. Sepertinya ia sama sekali tidak sadar.
"Orang waras mana yang jalan sambil tdur coba?" Suna mencibir dan mengeraskan suaranya, tapi (Name) tidak bergeming, sepertinya ia benar-benar terlelap.
"Gue belum pernah liat nih cewek." Suna bergumam. Mata sipitnya menatap (Name) lamat-lamat."Cucu Oma kali ya?" Ia menerka.
Suna mengeluarkan ponselnya dari saku, memilih untuk tak ambil pusing. Jika benar gadis ini adalah cucu Oma, Suna akan menemani hingga dia bangun, setidaknya. Berhubung Oma sudah sering berbaik hati padanya, Suna juga akan berbaik hati pada cucunya. Lagipula hari sudah sore, akan sangat berbahaya kalau gadis ini dibiarkan berkeliaran sendiri dalam keadaan tidak sadar (tertidur).
Selagi menunggu (Name) sadar, Suna memainkan ponselnya. Ia sedang menonton video temannya yang sedang berkelahi. Video itu diambil olehnya ketika dua orang dalam video tersebut sedang berebut makanan. Suara keras yang dihasilkan oleh video itu membuat tidur (Name) terusik.
"Aduh, berisik banget sih?! Mau tidur aja gak tenang!" (Name) terbangun dengan wajah khas orang bangun tidur. Kepalanya celingak-celinguk ke arah sekitar. Dahinya mengernyit. (Name) masih mengumpulkan nyawanya untuk sesaat sebelum menyadari kalau saat ini ia bukan berada di kamarnya.
"Lah, ini di mana dah?" (Name) menoleh bingung. Lalu terkejut ketika melihat cowok yang duduk di depannya. "Lo siapa?"
Suna mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap (Name) dengan senyum jahil. "Kento Yamazaki."
"Ngawur! Kento Yamazaki kagak mungkin mukanya beler kayak orang gak tidur setahun gini." (Name) menatap Suna sinis.
Suna tersenyum kecut. "Gue cuma bercanda kali. Segitunya banget?"
"Bercanda lo gak masuk akal." (Name) melirik sinis. Matanya menatap Suna dari atas sampai bawah dengan seksama. "Serius deh. Lo siapa sih?"
Suna menatap (Name) geli. "Kenapa? Lo mau minta nomor hp gue?"
"Iya! Gue mau laporin ke tim SAR kalo ada orang gila lepas." (Name) melotot pada Suna.
Suna terkekeh. "Siapa? Lo?"
"Ya lo lah!"
"Perasaan yang tadi jalan sambil tidur tuh lo deh." Suna tersenyum geli.
(Name) memutar matanya malas. "Sumpah, serius. Lo siapa sih?"
"Dibilang gue Kento Yamazaki lo gak percaya."
"Ya enggak lah gila!"
Suna tersenyum kecil. Ia memangku dagu dan menatap (Name) dengan jahil. "Gue sepenting itu kah sampe lo mau tau?"
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fanfiction(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
