[10] Hari Pertama Sekolah

7.2K 1K 87
                                        

"Dasar cowok gak jelas, main masuk kamar orang sembarangan." (Name) menggerutu sambil berjalan kembali ke kasur.

Lagi enak-enak santai malah diganggu oleh cowok jabrik yang masuk ke kamarnya sembarangan kayak maling. Beruntung (Name) gak timpuk tuh cowok pake pager balkon.

"(NAME)!! (NAME)!! WOY!"

Teriakan familiar membuat (Name) menatap kesal ke arah pintu yang digedor-gedor kayak rumah mau digusur. Tak lain tak bukan, oknum itu pastilah Yaku Morisuke.

"Ngapain lagi sih tuh botol Yakult?!" desisnya.

"(Name), cepat buka pintunya!!"

Dengan langkah berat dan muka males, (Name) membuka pintu. Yaku langsung nyelonong masuk tanpa aba-aba, sambil menyodorkan... kacamata hitam?

"Lo harus pake ini besok!" kata Yaku, tegas.

"Hah? Ngapain gue harus pake kacamata hitam kayak orang habis operasi mata? Ntar gue disangka aneh, tau!" (Name) menolak.

Terkadang (Name) tidak mengerti dengan jalan pikiran Yaku yang tidak jelas. Udahlah masuk kamarnya tanpa consent, tiba-tiba nyuruh pake kacamata hitam pula. Aneh kan?

"Pokoknya lo pake aja!" desak Yaku sambil neken-neken kacamata itu ke tangan (Name).

"Kenapa sih emangnya?"

"Anggap aja penyamaran. Pokoknya pake!"

(Name) berdecak kesal. "Harus banget?"

"Banget! Gue serius. Ini menyangkut nyawa sosial lo." Yaku memegang bahu (Name) serius.

"Nyawa sosial apaan, sih?" (Name) mengernyit heran, tapi mau gak mau mengambil kacamata hitam itu. "Lo gak ada kacamata biasa, selain kacamata hitam yang norak kayak gini?"

"Gue kasih gratis, lo malah komplain. Kalo punya sendiri ya pake! Intinya, samarin muka lo!"

"Kenapa gue harus nyamar sih? Gue bukan agen FBI atau CIA. Gak mau ah nyamar-nyamar begitu!"

"Lo bisa gak jangan keras kepala? Tinggal pake aja apa susahnya sih? Pokoknya jangan sampe lo keliatan. Kalau enggak, tamat riwayat lo.

(Name) berdecak. "Lebay lo. Ya, udah, besok gue pake." Akhirnya ia mengalah. Kalau diteruskan, bisa-bisa Yaku bakalan nyerocos terus sampe besok dan membuat (Name) sakit kepala.

"Nah, gitu dong. Gue balik ke asrama dulu. Makasih, love you, bye!" Yaku langsung kabur.

"Najis. Dasar Yaku gak jelas. Masa nyamar pake kacamata hitam norak gini? Ini penyamaran atau audisi boyband gagal sih?" (Name) ngedumel sambil menaruh kacamata itu di nakas.  

Yang bener aja si Yaku nyuruh dia pake kacamata hitam besok? Bukannya nyamar, dia malah jadi sorotan nantinya. Heran, punya sepupu kok dablek banget.

Menghela napas panjang, (Name) melangkah ke balkon. Ia membuka pintu geser, lalu berdiri menatap langit sore.

"Hmm... adem. View-nya cakep. Serasa liburan." Setelah puas menikmati angin, dia ngelirik ke meja. "Daripada gabut, mending gue gambar deh."

Ia mengambil kertas dan pensil, lalu duduk lesehan di balkon. (Name) juga menyalakan lagu supaya tidak terlalu sepi.

🎶
"It’s happening again...
Well, I don’t give a fuck about your friends~"
🎶

"Gambar mata dulu, abis itu hidung... Hah? Lah ini mata kok sipit banget sih? Kayak ngantuk lima abad. Ulang-ulang." (Name) ngeluh sambil ngapus.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang