[38] Duel

5.7K 954 143
                                        

JANGAN LUPA VOTE KOMENNNYAAAA👍🏻

APABILA ADA TYPO TOLONG TANDAI

HAPPY READING KAWAN 🤍

>><<

"Lo gak ganti baju (Name)?"

Noya bertanya pada (Name) yang tengah asik makan wafer sambil minum susu kotak. Gadis itu menoleh sekilas.

"Gak."

"Lah, emang gak ikut olahraga?" gantian Tanaka yang nanya.

"Enggak. Kan sepatu gue disita sama pak Ukai."

"Terus?" Noya nanya lagi.

"Yaudah. Gue liat aja dari pinggir lapangan atau gue bolos ke UKS, hehe." (Name) tersenyum ala-ala kriminal.

"Gak boleh bolos, dongo! Udah telat, bolos pula. Mau jadi apa kamu ini?" ceramah Noya.

"Anime." (Name) menyahut santai.

"Wibu prik." ejek Tanaka.

(Name) menabok Tanaka. "Kembaran Saitama!"

Tanaka mengaduh. "OP dong?"

"Saitama. Kalo lo enggak."

"Ingin memaki, tapi tidak cocok dengan tampang saya." Tanaka memasang pose ala patung Buddha.

"Najis."

Saat ini (Name) dan yang lainnya lagi di pinggir lapangan sambil nunggu guru olahraganya datang. Karena sepatu (Name) diambil Pak Ukai, jadi dia gak ikut olahraga.

"Buruan itu yang di pinggir lapangan ke sini heh!" Pak Ukai dateng-dateng ngegas.

"Kamu kenapa belum ganti baju olahraga?" Dia melirik (Name).

"Sepatu saya kan bapak ambil."

Karena sepatunya disita, dia terpaksa pakai sandal mahal milik Osamu, yang cowok itu pinjamkan. Ia rada nggak enak menginjak sandal mahal tersebut. Padahal (Name) sudah bilang akan nyeker saja karena dia bolang alias bocah petualang. Tapi Osamu maksa dan bilang nanti kakinya kotor. Mau nggak mau (Name) terima.

"Oh iya. Yaudah sono, hush!" usir Pak Ukai sambil berjalan pergi.

"Seh, ngusir. Tapi gapapa deh." (Name) cengengesan.

Kemudian dia beralih pada teman-temannya sambil tersenyum tengil.

"Tatatitututu watashi pergi dulu~" (Name) langsung ngacir dengan kecepatan kilat.

"Si kampret, (Name)." gerutu Tanaka.

>><<

"Njir, kayaknya gue nyasar lagi deh."

(Name) celingak-celinguk ke kanan-kiri, lalu berdecak. Ini tempat yang asing baginya. Lagi-lagi dia nyasar. Harusnya tadi (Name) gak langsung ngacir gitu aja.

"Duh ilah. Harusnya gue ngajak si botak atau jabrik bolos tadi." gumamnya. "Si Suna sama Osamu juga gak keliatan."

"Ke mana ya?" Ia menimang-nimang sebentar. "Ke mana aja deh sekalian jalan-jalan."

Seiring dengan langkahnya, (Name) berhenti tepat pada satu gedung dan dia mendengar suara yang familiar. Akhirnya (Name) memutuskan untuk masuk ke dalam.

"Widih."

Ternyata tempat ini adalah lapangan basket indoor. Dia benar-benar kangen dengan basket. Sudah lama tidak bermain basket. Gadis itu melangkah ke tribun, duduk di sana sambil minum susu cokelat dan makan roti yang tadi diberikan Osamu. (Baca: hasil palakan).

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang