Ada yang belum tidur?
>><<
"Ayo (Name), buruan!"
(Name) menghela napas jengkel ketika Mai nyaris menyeretnya menuju lapangan basket. Hari ini tim basket SMA HQ tanding melawan sekolah lain. Mai terlihat super antusias, sementara (Name) jelas-jelas ogah.
"Sabar kenapa sih?" protes (Name).
"Ya, lo lama!" balas Mai, tak kalah kesal.
Begitu sampai di pinggir lapangan atas, Mai langsung melongok ke bawah. Dari sana, penonton bisa melihat jelas para pemain yang sedang pemanasan.
"Untung belum mulai!" ucapnya lega.
"Gue kan gak mau nonton. Ngapain lo maksa?" (Name) kembali protes, matanya melirik sinis ke arah para pemain di bawah.
"Kita harus dukung Futa sama Suna!" seru Mai sambil menabok pelan lengan temannya. "Sebagai teman yang supportif—"
"Halah," potong (Name) sambil menyingkir dari jangkauan. "Teman apaan? Lo aja sering berantem sama mereka."
Mai melotot, lalu tiba-tiba menjerit heboh sambil menunjuk ke lapangan. "Tuh! Noh! Suna! SUNA, (NAME) KATA SEMANGAT!"
"HAH?! Kok jadi gue, si anjing?!"
Teriakan Mai cukup nyaring untuk membuat Suna—dan setengah tim—menoleh. Mai melambai heboh sambil menunjuk-nunjuk (Name) yang cuma memasang muka malas.
Suna mengernyit sesaat, sebelum Kuroo menariknya untuk lanjut pemanasan.
"Temen lo rame banget," komentar Futakuchi.
"Cewek lo itu," balas Suna sambil nyengir.
Di pinggir lapangan, Osamu ikut nyeletuk, "Eh Mai, nggak usah ngadi-ngadi. Ntar si sipit kegeeran."
Mai mendelik. "Kalau lo cemburu bilang."
"Ngapain cemburu? Nggak level," ketus Osamu.
"Sip-sip paling…. Daripada aku sipapasi, pasi, pasi, pag—"
Mai langsung narik (Name). "Ayo turun ke tribun, biar lebih deket."
"Emoh, males," jawab (Name) singkat.
"Udah penuh itu!" tunjuknya ke tribun.
"Elah, kita kan pendukung Futa sama Suna! Privilege, beb!"
"Digiles fans-nya baru tau rasa," sahut Noya.
"Ya, elah takut amat," cibir Osamu.
Mai mendengus sambil melotot pada kedua orang itu sebelum menarik (Name) untuk turun ke tribun dan mencari tempat yang kosong.
"Eh anj—" protes (Name) tertahan.
Akhirnya, setelah drama tarik-tarikan, mereka dapat tempat duduk di baris kedua dari bawah. Posisi strategis buat lihat pertandingan.
"Ah, Suna sok ganteng," komentar Tanaka waktu cowok itu sukses three point.
"Lo kalo iri bilang." Mai membalas dengan sinis.
"Kalau gitu mah gue juga bisa," kata Noya percaya diri.
"Bisa nyangkut," celetuk Osamu.
"Eh, sompret!" Noya ngamuk dan mereka gelud.
"Yak terus! Yang menang dapet door prize!" (Name) kompor.
"Hai, (Name)." Kepala gadis itu reflek menoleh. Kuroo menyapa tak jauh darinya. "Akhirnya lo nonton juga." katanya sambil tersenyum penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Fanfikce(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
