Kamar 2: Kamar 1

104 10 0
                                        

Para mahasiswa menyebutnya sebagai Asrama sektor 3. Karena posisinya yang berada di sektor 3 universitas. Universitas sendiri menggunakan pembagian wilayah dengan sektor dan blok. Kebetulan asrama sektor 3 ini memiliki sejarah tersendiri, merupakan bangunan asrama pertama yang dibangun oleh universitas ini. Untuk menjaga sejarahnya, pihak kampus memutuskan untuk tidak mengubah bentuk bangunannya melainkan hanya merenovasinya untuk memperbagus bahan bangunan.

Asrama sektor 3 terdiri dari 3 bangunan yang di desain huruf U. Bangunan utama atau biasa disebut gedung tengah merupakan pintu masuk asrama  yang menghubungkan loby utama kemudian kita akan langsung dipertemukan meja jaga mba Tia dan pak surya yang di belakangnya terdapat kamar milik penjaga asrama itu.  Kemudian di sisi Timur meja jaga atau biasa disebut resepsionis oleh anak asrama terdapat mini market dan ruang santai, sedangkan di sisi Barat meja jaga ada ruang belajar. Meski asrama lama fasilitas yang ada tergolong lumayan memadai untuk para mahasiswa.

Lalu bangunan di Barat atau biasa disebut gedung Barat dimana kita bisa kesana melalui lorong tempat minimarket dan  ruang santai berada merupakan gedung asrama putra yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi kamar 1, 2, dan 3, dapur bersama, penatu, dan diujung gedung terdapat tempat jemur khusus anak putra. Di lantai dua sama seperti lantai satu, hanya saja yang berbeda adalah nomor kamarnya yang terdiri dari kamar 4, 5, dan 6. Satu kamar di asrama ini berisi enam orang. 

Sama halnya dengan gedung Barat, bangunan terakhir asrama ini yang biasa disebut gedung Timur merupakan asrama putri. Isi gedungnya juga sama seperti asrama putra. Jalan menuju gedung Timur melalui lorong dimana ruang belajar berada. 

"Hello guys disini Rian dimari, kaga ada Rian? Ya gue engga dimari, cihuyy!"

Apalagi yang bisa Ikawa lakukan selain menghela napas kasar sambil mengelus dadanya tabah dengan sikap sahabatnya ini. Padahal lorong asrama ramai tapi tidak menghalangi Rian melakukan tingkah engga waras dan buayanya. Engga terhitung sudah berapa gadis yang digoda Rian selama mereka jalan.

Emang sudah jadi rutinitas Rian menambah perserikatan asrama putri di ponselnya. Rian bahkan diam-diam punya banyak pacar dan gebetan padahal dia ini selebgram, tapi berani banget kasih janji manis ke banyak cewek, engga takut dapet karma ini bocah satu.

"Eh kak Tika hallo, semalam gimana perutnya udah enakan?"

Gila Rian emang, ketua asrama putri pun dia pepet. Ikawa ingat banget baru semalam Rian mepetin tuh kating sampai akhirnya mereka chattingan, bahkan Rian yang tau Tika lagi sakit perut langsung pasang mode pacar materialnya. Ia beliin obat pereda nyeri haid dan beberapa coklat terus dikasih ke cewek itu, beneran kayak yang udah khatam emang.

Tika senyum malu. "Udah Yan, makasih ya."

Rian ngukir senyum manisnya. "Engga masalah Kak, aku engga mau lihat Kakak kesakitan."

"Bisa aja kamu." Tika menabok pelan bahu Rian.

"Beneran tau, jangan sakit lagi ya?" Rian masang muka seriusnya.

Dalam hati Ikawa mengumpat kesal, benci banget dia kalau terjebak ditengah aksi buayanya Rian. Kalau kata Ikawa kenapa engga sekalian ditabok kenceng aja ini bocah biar sadar. Tapi sepertinya mustahil juga.

"Gue kira kalian kemana rupanya si Rian lagi ngardus."

Rian melirik cowok dengan perawakan tengil itu sinis. "Ssshh Vrano diem lu!"

Vrano cuman cekikikan. "Heran, ngardus lo rajin amat kayak shalat wajib."

"Giliran shalat bolong," sindir Ikawa.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang