Kamar 26: Day With Zalwa

21 3 0
                                        

"Kalau ada rasa yang engga bisa dijelaskan, itu saat aku dan kamu tanpa status lalu lihat kamu sama orang lain."
- Zalwa Teodora Eugenia

Sektor 3

Sektor 3

Fawaz memperhatikan seluruh kelas dengan teliti. Mengamati para mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas di bangku mereka masing-masing. Sebagai asisten dosen, Fawaz memang sudah biasa melakukan ini. Menggantikan dosen yang berhalangan untuk membantu mengisi jadwal kuliah. Dan lucunya, Fawaz berada di kelas Zalwa Teodora Eugenia, kelas sahabat Ikawa Andreamis.

Setau Fawaz, Zalwa itu energetik dan banyak tingkah. Namun sekarang Zalwa terlihat sangat berbeda, gadis itu banyak diam di kursinya dengan tatapan kusut. Ada sorot takut juga terluka pada matanya. Karena itu Fawaz penasaran dengan apa yang dipikirkan Zalwa sampai seserius itu, padahal tugas kali ini menurutnya mudah dan tidak terlalu membuat stress.

Untuk itu, Fawaz si paling anti cewek namun sedikit melembut berkat seorang cewek di dapur. Melakukan keliling kelas untuk memantau perkembangan mereka. Rata-rata kesulitan mengerjakannya, sehingga tampak raut-raut sengsara dari mereka. Fawaz hanya tersenyum kecil.

Baginya itu hal kecil.

Hal tidak terduga datang dari Zalwa ketika beberapa mulai mengumpulkan lembar jawaban. Gadis itu bergeming di tempat tanpa bergerak sedikit pun. Tatapannya kosong mengarah ke depan. Bahkan saat ada teman cowoknya yang mengajaknya pulang, Zalwa menggeleng dan menyuruhnya pergi duluan.

"Kamu sudah selesai?" tanya Fawaz datar, akhirnya mendekati gadis itu.

Zalwa terlihat tersentak lalu menatap Fawaz. "Sudah Kak, maaf."

Fawaz menerima kertas milik Zalwa. "Bantu saya membawakan buku cetaknya."

Zalwa menaikan pandangan lagi, lantas tersenyum. Kakinya bergerak membawa langkah ringan gadis itu pada meja dosen di depan. Tangannya mengambil beberapa buku cetak dengan jumlah yang lumayan, membuat Fawaz panik di tempat karena baginya itu terlalu banyak.

"Heh! Kebanyakan itu!" Fawaz segera mengapit lembaran di lengannya lalu mengambil beberapa buku cetak di Zalwa.

Zalwa menatap Fawaz dengan tatapan geli. "Engga berat, kok. Kak."

"Jangan ngaco!" Fawaz memilih mengambil buku cetak lainnya lalu melangkah pergi duluan. Zalwa mengekor di belakang dengan senandung kecil.

Wajah gadis itu lebih santai dibanding sebelumnya. Sampai di perjalanan pun tidak percakapan antara ke duanya. Sampai tiba-tiba ada segerombolan cowok yang menyapa Zalwa dengan akrab, gadis itu bahkan tersenyum lebar sekali.

"Wihh, queen ball nich," kata salah satu dari mereka.

"Fiks, laga lu keren."

"Sampai jadi hot news univ, loh. Anjay!"

"Hot news basket itu si Zalwa?!"

"Iyalah, keren tuh, cewek, kiww gebet kiww."

"Engga minat," kata Zalwa diakhiri tawanya yang mengudara. Bahkan gadis itu mempercepat langkahnya dari Fawaz.

Fawaz hampir saja menjatuhkan rahangnya setelah menyadari percakapan mereka. Sempat ia melihat berita tadi soal seorang cewek dari jurusannya yang tanding basket dengan kemampuan hebat, sehingga cewek bersama timnya memenangkan pertandingan. Beberapa vidio amatir juga terposting di sosial media para akun tersohor dan Fawaz yang notebanenya pemain basket juga merasa takjub dengan cara Zalwa bermain.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang