Kamar 27: Day With Felicia

23 4 0
                                        

Felicia mencak-mencak saat menemukan kasurnya berantakan lagi. Jelas siapa pelakunya, Felicia memilih membereskannya seraya melempar sesuatu ke kasur atas untuk peringatan. Benar-benar menyebalkan kelakuan kawan ranjangnya ini. Hanya ada Zalwa, Kia, dan Felicia di kamar. Sisanya sedang UKM dan ada kelas. Shopee yang paling semangat UKM jelas sudah pergi sejak lama sebelum jam pertemuannya. Bahkan Shopee tadi pergi satu jam sebelum janji pertemuan. Semalam Zalwa juga sudah mengajarkan Shopee bernyayi karena diluar dugaan suara Zalwa cukup bagus.

"Zal, what are you fucking do it?" Kia ternganga di tempat saat melihat Zalwa berjongkok di ranjangnya menggunakan headset di telinga seraya berjoget dengan lincahnya. Sampai ranjangnya menimbulkan getaran yang membuat Felicia berdecak kesal dan langsung turun dari ranjangnya.

"Zalwa anjeng!" Felicia melotot tajam.

Zalwa hanya tersenyum lebar dan melanjutkan kegiatan absurdnya. Kalau lelah, bukannya tidur Zalwa akan menyetel lagu besar-besar menggunakan headset sampai telinganya budek. Felicia sampai harus menggeplak Zalwa untuk menyadarkan gadis itu.

"Ayan kalilah," cibir Kia memilih fokus pada kerjaannya. Tugas deadline yang menumpuk, Kia menyesal karena tidur semalam alhasil tugas yang ia kira sedikit ternyata jumlahnya sangat banyak.

Felicia memutar bola matanya malas, membuka ponselnya lagi melanjutkan membaca. Ada hal yang Felicia jaga rahasianya sampai saat ini, bahkan Zalwa tidak tau tentang ini. Untuk itu, ia sangat berhati-hati ketika membacanya.

"SARANGE!"

Kia tidak tahan langsung merogoh headsetnya lantas memakainya. Percuma jika harus mendebat Zalwa, gadis itu malah akan semakin menjadi. Ugh, apa Kia minta bantuan Kona saja? Pasalnya cowok itu otaknya lumayan encer. Kalau Zaya jelas anak itu otaknya sangat pintar. Namun kalau Kia tidak salah ingat Zaya sedang ada UKM saat ini.

"Kona ajah," ujar Kia beringsut bangkit membereskan barangnya, memasukan ke dalam totebagnya.

"Kia lu mau kemana?" tanya Zalwa melepas headsetnya.

"Mau ketemu temen," ujar Kia meraih hodienya lalu memakainya.

"Wow, cowok?"

Kia terpaku di tempat, menoleh ke Zalwa yang balas menatap dengan binar di mata. Lagipula kenapa tebakan anak itu tepat sekali?

"Iya, Kona."

"Yaudah sih," balas Zalwa lalu memakai headsetnya lagi.

Kan, tidak jelas, kan?

"Hati-hati." Itu Felicia yang bersuara.

Kia hanya balas tersenyum lalu beringsut pergi dari kamarnya setelah menghubungi Kona.

Tersisa Felicia dan Zalwa di kamar ini dengan kegiatan masing-masing. Felicia sudah tidak terganggu dengan kebisingan dari Zalwa. Bacaannya terlampau seru sampai ia menghiraukan sahabat gilanya yang semakin semangat joget.

Hingga bacaannya berganti dengan panggilan vidio call masuk dari Mamahnya. Felicia kelabakan, buru-buru menekan tombol hijau. Seketika panggilan berlangsung.

"Oh, my sweaty Cialele!"

Felicia menahan kedutan di keningnya. Ini jelas panggilan dari Mamahnya, tapi kenapa jadi Papahnya yang muncul?

"Heh, kok anak ee cicing? Atuh sapa Abah ee, gimana kamu jelma. What happen with you my son? Yeahh!"

Yah, Sukidin Budiman adalah nama Papah Felicia dan beliau asli orang Sunda. Merupakan jawara di kampungnya. Entah bagaimana ceritanya, pak Sukidin Budiman ini bisa menikahi bule yaitu mamahnya Felicia yang bernama Davi Ndrasti Aegla yang asli keturunan Amerika. Makanya wajah Felicia ini blaster.

Sektor 3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang