Beberapa hari berlalu dan kondisi Egi semakin membaik. Dia sudah bisa duduk lagi, tak hanya berbaring di ranjang rumah sakit. Rasa sakitnya juga semakin berkurang.
"Sebaiknya kau kembali ke kantor. Kau sudah lama membolos." Egi ingin Joey kembali bekerja karena Joey selalu menemaninya di rumah sakit.
"Aku tak bolos. Aku izin."
"Izin pada siapa?"
"Pada diriku sendiri." Joey tertawa.
"Tentu saja, itu kantornya jadi dia bisa izin sesuka hati." Rita ikut tertawa. "Ayo, makan buah ini dulu." Rita memberikan sepiring buah apel dan jeruk yang sudah dikupas.
"Terima kasih." Joey mengambil piring itu dan memberikannya pada Egi. "Ayo, kusuapi. Kau mau apel atau jeruk?"
"Aku mau kau kembali ke kantor."
"Tidak perlu khawatir dengan masalah pekerjaan di kantor. Walau berada di sini, aku tetap mengerjakan pekerjaanku sebisaku. Jangan kuras energimu dengan rasa khawatir. Fokus saja pada kesembuhanmu dan aku akan selalu berada di sisimu. Jadi, cepatlah sembuh istriku."
Seseorang mengetuk pintu. Rita membukanya dan melihat Sandra berdiri di depan pintu.
"Sandra? Masuklah." Rita mempersilahkan Sandra masuk. Sandra pun masuk, Dia ingin menjenguk Egi.
"Hai, Gi. Bagaimana keadaanmu?"
"Semakin baik, Sandra."
Joey tersenyum pada Sandra dan dia berdiri. Mempersilahkannya duduk di tempatnya tadi.
"Rita, aku lapar. Ayo temani aku mencari makan." Joey menarik Rita.
"Tapi sedang ada tamu."
"Tak apa. Ayolah, sekali-kali temani adik iparmu ini makan." Joey memaksa Rita keluar menemaninya. Dia memberikan waktu pada Sandra dan Egi untuk mengobrol. Mereka takkan bisa mengobrol dengan leluasa jika dirinya dan Rita ada disana.
"Maaf baru bisa menjengukmu. Dan ini sekedar oleh-oleh." Sandra meletakkan buah-buahan yang dibawanya untuk Egi di atas nakas. Dia duduk di kursi dekat Egi.
"Bagaimana keadaanmu?" Sandra kembali bertanya.
"Sudah membaik. Kata Dokter aku sudah boleh pulang lusa."
"Syukurlah jika begitu. Gi, aku mau minta maaf."
"Minta maaf karena apa?"
"Aku sudah membuat hubunganmu dengan Joey kacau."
"Sudahlah, itu bukan salahmu. Itu akibat perbuatanku sendiri."
"Aku yang salah. Aku salah mengartikan sikap Joey padaku selama ini. Aku tak seharusnya memanfaatkan situasi saat kau dan Joey sedang ada masalah. Joey tak pernah mencintaiku, kami tak ada hubungan apa-apa. Ini hanya salah paham. Hanya kau, wanita yang ada dihatinya. Dia tak pernah menghianatimu. Aku hanya teman baginya tak lebih dari itu." Sandra mencoba menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Semuanya sudah berlalu Sandra. Joey sudah menjelaskan semuanya. Lagipula akulah yang seharusnya meminta maaf padamu. Karena aku sudah membuatmu kehilangan saudarimu. Sampai kapanpun aku tak akan bisa melupakannya."
"Jangan begitu, Gi."
"Kumohon, lupakan masalah itu. Biarkan Siska tenang di sana. Semua ini sudah takdir Tuhan. Kami sudah merelakannya. Maafkan juga sikap mamaku padamu."
"Terima kasih karena sudah memaafkanku."
"Jadi, mulai sekarang bisakah kita berteman?" tanya Sandra.
"Tentu saja, kemarilah." Egi memeluk Sandra. Mereka menyelesaikan permasalahannya dengan damai.
Joey dan Rita yang mengintip dari balik pintu tersenyum senang. Akhirnya, setelah sekian lama. Mereka bisa melihat Egi bersikap dewasa. Egi sudah berubah, berubah jauh lebih baik. Saking asyiknya mengintip mereka tak menyadari Rendra berada di belakang mereka.
"Kalian sedang apa?"
Kedatangan Rendra yang mendadak, membuat mereka terkejut.
"Kau ini. Bisakah memberi salam dulu?" Rita kesal.
"Kalian tampak mencurigakan. Kalian lihat apa?" Rendra menunjukkan wajah penasaran dan bingung.
"Ah sudah, ayo kita pergi makan. Aku lapar." Joey menarik Rendra dan Rita pergi ke kantin rumah sakit.
"Memang kalian lihat apa tadi?" Rendra masih penasaran.
"Tidak usah ikut campur, ini urusan wanita," jelas Rita.
"Joey bukan wanita, tapi kenapa dia boleh tahu?" Rendra tetap penasaran.
"Ini urusan wanita dan pria idaman wanita." Joey tersenyum bangga.
"Hah?" Rendra tertawa dan memukul tangan kanan Joey.
Joey mengaduh kesakitan. Tangannya masih belum sembuh benar tapi malah dipukul Rendra. "Maaf aku lupa." Rendra berlari karena Joey ingin menghajarnya.
"Hei, jangan berlari di rumah sakit." Rita memperingatkan tapi kedua pria itu mengabaikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karma Rasa Cinta
RomanceEgi, seorang gadis cantik yang egois bertahan mencintai Joey yang jelas tidak mencintainya. Benarkah dia tidak mencintainya? Ataukah dia hanya tidak menyadari cinta itu karena masih terikat akan masa lalunya? Ketika satu persatu kebenaran terungka...
