Pagi itu, Egi sedang merapikan rumahnya. Dia membereskan beberapa barang yang sudah tak digunakan. Setelah dirapikan jadi tampak lebih baik. Dia akan menyimpan barang-barang itu di dalam gudang. Dia membuka pintu gudang dan mulai memasukkannya. Walau dibilang gudang, tapi ruangan itu cukup rapi. Egi mengambil sebuah dus dan ingin meletakkannya di atas lemari agar tak memakan banyak tempat. Tapi matanya tertuju pada sebuah kotak kayu berwarna coklat di atas lemari. Dia meraih kotak itu dan menurunkannya. Dia duduk di lantai dan membuka kotak itu. Ada beberapa lembar foto disana. Foto pertama, foto Joey saat masih SMA. Dia memang sudah tampan sejak masih muda. Egi tersenyum melihat foto itu. Lembar kedua, itu foto Siska. "Kurasa ini Siska bukan Sandra," dia bergumam sendiri. 3 lembar lainnya adalah foto-foto Joey dan Siska saat masih bersama. "Mereka serasi sekali." Egi meletakkan foto-foto lainnya dan kembali memeriksa isi kotak. Ada dua buah cincin, sebuah liontin dan sebuah buku diary yang terkunci.
Egi melihat kembali isi kotak itu, tapi tak menemukan kuncinya. Dia memperhatikan kembali lubang kunci itu dan dia tiba-tiba teringat sesuatu. Dia bergegas berlari masuk ke dalam kamar. Dia membuka lemari dan mengambil kotak perhiasannya. Dia mengambil sebuah gelang. Digelang itu tergantung sebuah kunci kecil. Gelang itu ditemukan Rita di tempat kejadian kecelakaan Siska. Rita ingin mengembalikannya pada keluarga Siska tapi keluarganya menolak untuk bertemu. Jadi, Rita memberikan pada Egi. Egi menyimpannya hingga kini. Dia mengambil kunci itu dan berlari kembali ke gudang.
Tebakannya tepat, kunci yang dipegangnya memang kunci buku diary itu. Dia yakin ini buku diary Siska. Tapi Joey tidak bisa membukanya karena tak memiliki kuncinya. Egi mulai membalik setiap lembar buku diary itu. Di buku itu tertulis nama Siska. Egi mulai membaca setiap halamannya. Di diary itu Siska bercerita, bagaimaa hubungannya dengan saudarinya, Sandra. Saat pertemuan dengan Joey hingga mereka menjalin hubungan. Ada rasa cemburu menjalari tubuh Egi tapi dia menepisnya. Tapi yang paling membuat Egi terkejut adalah lembar terakhir yang ditulis Siska.
13 oktober
Aku bahagia karena Tuhan memberikan aku saudara yang sangat baik. Tapi, dibalik kesamaan paras yang kami miliki. Tuhan memberikan hal yang terbaik untuknya. Dia berbakat dan pintar. Tapi dia tak seberuntung aku bisa mendapatkan Joey. Pria yang sama-sama kami sukai saat awal masuk SMA. Saat kami mengetahui bahwa kami menyukai pria yang sama. Dia mengalah padaku. Bukan karena keinginannya, tapi karena aku yang memaksanya. Dia mengalah karena kekerasan kepalaku dan tak pernah mau mengalah padanya. Demi hubungan persaudaraan kami, diapun akhirnya mengalah. Aku memintanya, membantu mendekatkanku dengan Joey. Mereka sama-sama anggota Osis dan kemungkinan mereka untuk bertemu lebih besar.
Terkadang aku merasa bersalah dan sedih karena Sandra jauh lebih memahami Joey. Makanan kesukaan, hobi, seleranya semua Sandra yang tahu. Aku hanya jadi aktrisnya, padahal Sandralah orang dibelakang layarnya. Aku senang karena berhasil membuat Joey suka padaku. Tapi sebenarnya apa yang aku lakukan untuk mendapatkan dia adalah karena bantuan Sandra. Makanan yang kuberikan padanya dan mengakuinya sebagai masakanku padahal sebenarnya Sandra yang memasak. Hadiah yang aku berikan, Sandralah yang memilihnya. Bukan aku. Kadang aku memang iri padanya karena dia memiliki semua kelebihan. Aku merasa iri dan marah. Sandra sering membantuku tapi aku malah menjelek-jelekkannya di depan Joey. Aku memang merasa bersalah tapi aku tak berani mengungkapkan yang sebenarnya karena aku takut kehilangan Joey. Aku memang Egois, aku selalu menyakiti Sandra tapi dia selalu setia padaku. Sering aku berfikir bahwa Joey mencintai wanita yang salah. Dia seharusnya bersama Sandra bukan aku.
Egi terpaku. Dia masih tak percaya apa yang di bacanya. Dia seperti bercermin karena dia juga begitu egois. Saudaranya selalu mengalah tapi dia tak pernah mau mendengarkan kakaknya. Siska mirip denganku. Kami sama-sama keras kepala dan mau menang sendiri. Tapi yang tak kalah membuat Egi terkejut adalah Siska sudah membohongi Joey dan Sandra ternyata suka pada Joey sejak dulu. Dan kini, wanita itu malah bekerja dengan Joey. Siska sudah tak ada, tapi Sandra masih tidak bisa bersama Joey, karena Joey kini miliknya. Akankah dia akan kembali menjadi penghalang antara Joey dan Sandra. Setelah dia memisahkan Joey dengan Siska karena keteledorannya. Egi mulai teringat kata-kata Daniel bahwa Egi tidak pantas untuk Joey. Dia menghela nafas dengan lemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karma Rasa Cinta
RomantiekEgi, seorang gadis cantik yang egois bertahan mencintai Joey yang jelas tidak mencintainya. Benarkah dia tidak mencintainya? Ataukah dia hanya tidak menyadari cinta itu karena masih terikat akan masa lalunya? Ketika satu persatu kebenaran terungka...
