{Happy Reading)}
Afsya melepas pelukan nya "Buat apa? "
Bukannya menjawab, Alvi mendekatkan dirinya kepada Afsya dengan senyuman aneh menurut Afsya, ia meraih kepala Afsya dan mendekatkan mulutnya di telinga Afsya "Buat baby"
Bugh!
Afsya dengan kerefleks kannya memukul bahu Alvi, jantungnya berdegup lebih cepat, darahnya berdesir, hatinya tak karuan, keringat dingin mulai bercucuran dipelipis dan badannya.
"M-mas Alvi? "
Alvi mengelus bahunya yang cukup sakit akibat pukulan Afsya, ia tetap berusaha tersenyum "Bercanda, saya tau kamu pasti lelah, sekarang kamu bebersih dulu, habis itu saya"
Afsya langsung melarikan diri ke kamar mandi,sedangkan Alvi terkekeh melihat ekspresi Afsya saat ia mengatakan itu, ia hanya bercanda, tapi jika Afsya mau, gas lah.
Dikamar mandi.
Afsya memegang dadanya,wajahnya terasa panas, tcih, katakan ia sangat lebay. Alvi suaminya, jadi ia berhak atas dirinya, tapi ia belum siap akan hal itu.
Afsya menarik napas dalam dan menghembuskan secara perlahan "Mas Alvi"gumam Afsya
Afsya mulai berjalan ke arah closet, ia menyalakan air kranya dan membasuh wajahnya yang didapati make up, ia lupa untuk membersihkan nya dengan pembersih.
Tak lama ia melepas gaun pengantin yang melakat ditubuhnya,tangannya terus ia ulurkan ke arah belakang untuk menurunkan resleting gaun itu, tangannya yang telalu pendek atau resletingnya yang terlalu jauh dan panjang?
"Susah,kalo minta bantuan mas Al,malu banget""
Afsya menghela napas pelan, ia memutuskan untuk meminta bantuan Alvi, ia berjalan ke arah pintu kamar mandi, ia buka dengan sedikit "Mas Alvi"
Alvi yang tengah duduk dengan sanderan ranjang menutup matanya, kini membuka matanya "Kenapa? "
Sedikit ragu untuk mengucapkannya "B-boleh pinta bantuan? "
Alvi berdiri dan mendekat "Apapun, memangnya kamu butuh bantuan apa hm? "
Afsya menelan salivanya susah payah "T-tolong bukain resleting gaun aku"ucapnya dengan mata terpejam
Gus Alvi tercengang, ia membuka pintu kamar mandi lebar lebar "Sini "
Afsya memunggungi Alvi, ia sedikit menyingkap khimarnya, Afsya merasa resleting mulai tertarik,ia hanya menutup matanya, matanya terbuka dan terbelalak ketika tangan besar kini memeluk pinggang nya.
"M-mas Alvi? "
"Biarkan seperti ini, saya sudah membantumu, jadi sebagai imbalannya, saya ingin seperti ini sesaat"
Alvi memejamkan matanya,sedangkan Afsya mengatur detak jantungnya yang terasa sangat cepat "Mas Alvi? "
"Hm"
Afsya menghela napas pelan,ia membiarkan Alvi memeluk nya seperti ini "Mau mandi bareng? "
...
"Mas Alvi! "
Afsya berlari mengejar Alvi, gadis itu sangat kesal karena Alvi dirinya terjatuh dikamar mandi, lelaki itu tertawa seraya berlari menghindari amukan istrinya.
"Maaf khumaira"
Napas Afsya memburu, bokongnya terasa sakit akibat jatuh di kamar mandi, ingatkah ucapan Alvi yang mengajaknya mandi bersama? Afsya langsung melepaskan dirinya, ia mendorong Alvi agar keluar dari kamar mandi, tapi Alvi mengejarnya sehingga ia terpeleset didalam kamar mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFSYA
Action"Ibu lo gak pernah kah ngajarin sopan santun? " "Apa kamu bilang? " "Lo! Ibu lo gak pernah kah ngajarin lo sopan santun?! " "Berhenti bertanya hal yang tidak seharusnya saya jawab,saya tanya kamu balik, apakah ibu kamu tidak pernah mengajari kamu ak...
