{Happy Reading}
Biasakan vote+komen dahulu!
Afsya menatap langit pagi menjelang siang di jendela kamarnya, hampir seharian ini ia tak keluar kamar,Afsya merasa dirinya bersalah karrna telah pergi begitu saja dihadapan Arga dan Afiqoh, ia merasa menjadi putri yang tidak baik.
Lalu apa lagi? Ia sungguh tak menyukai keramaian bisa disebut dari sisi lain dirinya tak ingin menjadi pusat perhatian disekolah karena cara berpakaiannya.
Kedatangan Afiqoh pagi tadi ke kamarnya menggoyahkan kekeras kepalaanya untuk melanjutkan pendidikan.
Afsya menghela napas pelan "Umma, sikap Afsya kasar ya tadi? Pasti umma dan abba marah kan sama Afsya? "menolog Afsya
Afsya membuka tali cadarnya, Arga pasti sudah tak ada dirumah mungkin begitupun dengan Afiqoh, ia menghirup dalam dalam udara kurang tak segar perkotaan.
"Aku tidak yakin akan betah tinggal disini"
Ceklek!
Pintu terbuka dan nampaklah Afiqoh yang tersenyum padanya.
"Tidak usah kamu pakai lagi cadarnya, sama ibu tidak usah malu"
Afsya menghentikan pergerakan nya, ia berbalik badan untuk menatap Afiqoh yang tersenyum padanya "Afsya masih kurang nyaman jika menunjukan wajah Afsya dihadapan orang lain"
Afiqoh mendekat, ia berdiri di sebelah Afsya "Memangnya ibu orang lain? "
Afsya terdiam,ia menggeleng "Maaf, dan maaf juga atas sikap Afsya tadi pagi"
"Afsya tidak salah, bagaimana keputusan kamu? Ayah kamu ituloh,gak sabaran dan desak ibu untuk menayakan alasan kamu masih ragu meneruskan sekolah "
Afsya menghela napas pelan "Afsya terbiasa dalam kesendirian, Afsya tidak suka berada di dalam keramaian,selama ini Afsya terlalu sering menghabiskan waktu di dalam ruangan"
Afiqoh manggut manggut mengerti "Afsya pasti sering ngurung diri ya dikamar? "Afsya menggeleng
"Bukan mengurung diri, hanya ingin menenangkan diri,Afsya juga pernah kok keluar pesantren, tap hanya sebentar tidak lebih dari satu atau beberapa jam"
"Oh gitu, Afsya tahu tidak? Diluaran sana banyak lho yang mau sekolah, tapi karrna faktor ekonomi mereka harus mengubur dalam dalam keinginan itu, sedangkan Afsya? Afsya disini bisa sekolah, sekolahnya tidak lama kok"
Afsya terdiam, jika ia sudah mengatakan bahwa ia tak ingin sekolah maka itu keputusan yang bulat.
"Afsya dengarkan ibu, kamu jangan dengarkan omongan orang orang yang berada di sekolahmu nanti, jangan masukan hati omongan pedas mereka, jangan takut untuk di bully,yang ibu tahu, Afsya gadis yang kuat"
"Afsya... "
Afsya menghela napas pelan "Biarkan Afsya tidak sekolah bu, Afsya yakin Afsya akan menjadi wanita perindu syurga jika tidak sekolah, ilmu bukan hanya dituntut dari sekolah bukan? "
"Memang, tapi sekolah kan ada, jadi Afsya tidak usah susah payah berpikir keras belajar sendiri, jika Afsya sekolah Afsya akan memiliki teman yang banyak"
"Memangnya ada yang mau temanan dengan Afsya? "
Afiqoh terdiam, ia mangah mangah bingung mencari jawaban ucapan Afsya, yang pernah ia baca dalam novel online tentang gadis bercadar bersekolah itu kebanyakan di bully. Akh, ia harap itu tidak terjadi pada putrinya.
"Kenapa tidak? "
"Afsya kan memakai cadar, kata orang luar sih Afsya kayak teroris "
"Teroris? Siapa yang mengatakan itu? "
KAMU SEDANG MEMBACA
AFSYA
Action"Ibu lo gak pernah kah ngajarin sopan santun? " "Apa kamu bilang? " "Lo! Ibu lo gak pernah kah ngajarin lo sopan santun?! " "Berhenti bertanya hal yang tidak seharusnya saya jawab,saya tanya kamu balik, apakah ibu kamu tidak pernah mengajari kamu ak...
