35 : Sorry, and I Love You

1.8K 290 14
                                        

Suasana hangat yang biasa Rose dapatkan dimeja makan malam ini lenyap tergantikan oleh kesepian atas dirinya yang menyantap makan malamnya sendirian.

Ah tidak juga, masih ada 2 bodyguard di depan dan beberapa maid yang menemani Rose makan meskipun hanya berdiri dibelakangnya.

Suara tabrakan anatara piring dan garpu tidak lagi mendominasi karena adanya suara hentakan stiletto memasuki ruang tengah.

Pikir Rose hanya ada satu wanita ber-stiletto yang bisa memasuki rumah ini. Yaitu dirinya dan si pemilik lain dari rumah ini, Krystal.


"Ups, sorry. Did i bother your dinner?" ucap Krystal dengan nada menjengkelkan.


Benar saja bahwa suara langkah itu adalah milik Krystal. Membuat Rose berdiri dari duduknya, menatap dengan mata membulat sempurna. Ini pertemuan pertamanya dengan Krystal semenjak keadaan sedikit runyam. Dan konon katanya Krystal memburunya. Kini si pemburu itu ada dihapan matanya, tidak mungkin bagi Rose untuk tidak terkejut.


"Kak.. Kak Krystal?"

"Don't mind me. Aku disini untuk menjemput adikku"


Apa maksud dari kata 'menjemput' itu. Apa Krystal hendak membawa adiknya menjauh? Tidak, Rose butuh Jaehyun. Sebelum Krystal kembali berjalan menaiki tangga, dengan langkah cepat Rose berlari menghalangi. 


"Apa lagi? Kau harusnya paham seberapa besar rasa benciku padamu kan? Jadi kau juga seharusnya paham bahwa aku tidak mau menatap wajahmu terlalu lama!"

"I'm really sorry for bothering you. But.. apa kakak akan membawa pergi Jaehyun?"

"Sure!"

"W-where? no, i mean when?"

Krystal menyisir rambut Rose ke belakang telinganya, "It's privacy darling. This is for my private wedding"

"Please let me in!"

Mendengar itu Krystal tertawa dengan remeh, "What? Are you joking right now? Only family can come. Are you a Jung? or Suh?"


Krystal menatap malas kearah mata Rose lalu menyingkirkan tubuh Rose dengan tangan kirinya. Membuat Rose sedikit bergeser kearah kiri hingga Krystal bisa berjalan kembali.

Baru beberapa langkah Krystal berjalan, suara Rose itu cukup menganggu perjalanannya.


"Aku mengandung anak dari Jung Jaehyun!"


Krystal membalikkan badan. Tepat menghadap Rose yang ternyata juga sedang menghadapnya. tatapan memelas Rose sepersekian detik lalu berubah menjadi tatapan mata tegas dan serius. Membuat Krystal tertantang dengan itu. Ia suka tatapan mata itu.


"Are you sure? Bahwa yang berada dikandunganmu itu adalah anak dari adikku? Bukan Erwin"

Dahi Rose berkerut. Bagaimana bisa Krystal membawa-bawa Erwin kedalam masalah ini. Persis seperti apa yang tadi siang Jaehyun katakan padanya. Apa mungkin?

"Jadi kakak yang mempengaruhi Jaehyun sampai mengira ini anak Erwin? Kakak penyebabnya!?"


Nada Rose semakin tinggi, matanya memerah seolah mendapat bahan bakar yang menyulut api kemarahannya. Dan disanalah Krystal merasa berhasil menjalankan tugasnya. Menyulut amarah Rose agar lebih mudah ia mendorong Rose jauh dari kehidupan keluarga Jung ini.

Monster In MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang