4: I Want You

3.5K 509 17
                                        

Rose menjalani sesi pemotretan kedua. Suara bidikan kamera mendominasi seisi ruangan putih itu.

Dari jarak jauh, Jiho sedang meminum ice americano nya sambil sesekali mengamati Rose. Barangkali gadis cantik itu membutuhkan sesuatu, maka Jiho yang ada di garda terdepan pencarian mata Rose.

Ketika semua atensi staff disana tertuju pada satu pasangan yang memasuki ruangan, Jiho bangkit dari duduknya. Ikut menyapa sopan sambil menampilkan senyuman terbaiknya.


"Jiho, nice to meet you again darling" kata Krystal sambil bercipika-cipiki dengan Jiho.

"Last night was so stunning, terima kasih kak karena mengundang kami makan malam" kata Jiho tak lupa berterima kasih karena semalam.


Pria dibelakang Krystal, tentu Jiho mengenalnya. Dia lah sang adik yang sama sama berbibit unggul dengan sang kakak. Tapi untuk pria di sebelah Krystal, Jiho tak tau.


"Oh, Jiho. Aku lupa memperkenalkan kekasihku padamu. Namanya Kai Kim. Kita akan bertunangan minggu depan. Kalau tidak keberatan, aku ingin kau dan Rose hadir ke pesta kami" Ujar Krystal lalu memeluk mesra lengan lelaki di sebelahnya.


Jiho kembali dibuat menganga. Seorang Krystal akan bertunangan, dan pasti akan ada banyak wartawan disana. Tapi dengan rendah hatinya dia mengundangnya beserta Rose untuk hadir? Apa Krystal tidak salah?

Mata lelaki dibelakang Krystal, Jaehyun hanya tertuju pada satu titik. Yaitu wanita cantik yang sibuk berpose didepan kamera.

Jaehyun terus menatap Rose dan tak pernah melepaskan pandangannya. Sesekali Rose curi pandang ke arah Jaehyun, tapi melihat tatapan itu Rose jadi bergidik ngeri.

Rose jadi terngiang ngiang kejadian di kamar Jaehyun kemarin. Malu iya, canggung iya, sudahlah Rose bingung.

Selesai dengan sesi pemotretan, Rose berjalan menghampiri Krystal dengan bantuan Jiho untuk memegangi bagian belakang dress nya.


"Kak, aku mau merepotkanmu sekali lagi" kata Jaehyun. Sedangkan Krystal hanya mengangkat sebelah alisnya tanda bingung.

"Tolong antar nona Jiho kembali ke hotel setelah pekerjaan ini selesai. Biar aku yang mengantar nona Rose dengan aman ke hotelnya"

Rose membuka matanya lebar lebar. Apa maksud Jaehyun?

Sedang Jaehyun hanya tersenyum tipis dan mengedipkan sebelah matanya menghadap Rose.

So liar!


|Monster In Me|


"Kita mau kemana?" Tanya Rose yang duduk disebelah kursi kemudi Jaehyun. Membiarkan angin menyapu rambutnya yang terurai secara halus.

"Mengantarmu kembali ke Hotel" jawab Jaehyun tanpa menghadap ke Rose sedikitpun.

"Tapi ini bukan jalan menuju ke Hotel ku"

"Setelah aku membawamu ke suatu tempat, aku akan memulangkanmu" Jaehyun menatap Rose dengan senyuman termanisnya "Aku akan membuatmu menggila sore ini"


Rose lekas memutuskan kontak mata mereka. Jantung Rose berdetak lebih cepat hanya karena seorang Jaehyun tersenyum seperti itu.

Angin sore kota Rio sangat sejuk dan menenangkan. Jaehyun membawa mobilnya dengan sangat pelan agar Rose dapat menikmati pemandangan sore kota ini.

Dan benar saja, Rose tak henti hentinya melihat keluar jendela. Senyuman itu tak pernah lepas dari wajah cantiknya. Wajah yang sesekali Jaehyun curi pandang.


"Turunlah, kita sudah sampai" ajak Jaehyun

Rose turun dan mengedarkan pandangannya. "Toko baju? Kau mau membeli baju?" Tanya Rose mengekori Jaehyun dari belakang dan masuk kedalam toko.

"Bukan, buatmu. Bajumu terlalu terbuka. Ganti dengan yang sedikit panjang"


Rose berhenti melangkah dan mengamati pakaiannya sendiri. Tidak ada yang salah dengan bajunya. Hanya saja dress nya memang sedikit pendek.

Jaehyun memilihkan baju untuk Rose. Dress cantik yang sedikit panjang dari dress yang Rose pakai sebelumnya.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Pakai itu" perintah Jaehyun. Lalu dirinya sendiri memilih duduk di sofa. Mengamati Rose yang masih kebingungan dengan situasi yang ia hadapi.

"Kau, memerintah ku? Kenapa aku harus menurutimu?" tanya Rose.

"Karena aku tak mau mata para lelaki buaya diluar sana menikmati tubuhmu? Apa alasan itu cukup?"

"Sepertinya kau merasa keberatan tuan Jaehyun" kata Rose sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Jaehyun berdiri, berdiri tepat di hadapan Rose. Memegang kedua pundak gadis itu berusaha membuat mata keduanya sejajar mengingat Jaehyun yang lebih tinggi dari Rose. Jaehyun tersenyum sampai dimple manis itu terlihat di permukaan wajahnya.


"Apa menurutmu aku senang jika tubuh wanita ku dinikmati oleh pria lain walau hanya melihatnya saja?"

Rose menyingkirkan tangan Jaehyun di pundaknya.

"Dengar tuan Jaehyun. Aku menerima ajakan mu kemari karena aku menyegani kakakmu, dia yang mengontrakku disini. Tapi sepertinya kau salah paham disini"


Jaehyun berdiri tegak lurus dan memasukkan tangannya ke kedua saku di celananya. Ya setidaknya ia masih mau mendengar penuturan gadis kurus di depannya ini.


"Pertama, aku bukan wanita mu. Kedua, kau tidak berhak menyuruhku mengganti baju ku, karena di luar sana masih banyak gadis berpakaian pendek sepertiku." 

"Aku hanya ingin melindungi mu" Potong Jaehyun ditengah-tengah penjelasan Rose.

"Oh ya?"

"Ya, melindungimu dariku. In my eyes, you're so sexy right now"


Mendengar itu membuat Rose mengambil dress panjang tadi, dan berjalan masuk ke ruang ganti. Jaehyun terseyum tipis melihatnya.

Jaehyun tidak suka dibantah, apalagi jika permintaannya tidak di turuti. Ia memiliki seribu cara agar semua yang ia mau ada dalam genggamannya. Termasuk gadis bernama Rosseane ini.


To be continued...

Monster In MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang