36 : A Hidden Fact

1.5K 257 15
                                        

Saat berada di panti asuhan Rose selalu diajarkan untuk berdoa dan memohon sebuah harapan sebelum ia tidur. Semalam ia berdoa meminta agar ketika hari esok datang, semua masalah ini akan hilang. Dirinya dan Jaehyun akan menjalani hari seperti biasa.

Rose, mungkin kau lupa bahwa Jaehyun pernah memperingatimu sebelumnya. Untuk tidak jatuh padanya, jadi apa yang kau harapkan?

Dan disinilah, pagi ini, bukan maid atau Jaehyun yang membangunkannya. Melainkan telfon dari Jiho yang membuatnya bangun. Ah, kebetulan sekali Rose butuh Jiho.


"Roseaneeeee!!! coba tebak aku dimana? RIO!!!! OH MY GOD I'M BACK!"

"Apa? Kau disini?"

"YES! Aku mencoba menuju apartement milik Johnny, tapi kosong. Apa dia sedang sibuk? Aku jadi menginap di hotel hft!"


Sebelum menjawab rentetan ucapan Jiho, fokus Rose tertuju pada sesuatu. Hanya sebuah kertas yang terjatuh karena terkena hempasan angin dan jatuh tepat dikakinya.


'Know that i'll look after you, always'


"Rose? Kau masih disitu kan? Hello??"

"Nanti kuhubungi kau lagi" jawab Rose memutus sambungan telfon. Ia memandangi kertas misterius itu lamat-lamat lalu perasaan tidak enak datang begitu saja.

Tidak mungkin kan? Mungkin karena akhir-akhir ini Jaehyun memiliki kesalahpahaman dengannya jadi perasaannya mengatakan bahwa Jaehyun lah yang meninggalkan secarik kertas itu dan pergi darinya. Itu yang Rose pikirkan.

Tapi semua kebingungan Rose terjawab sudah saat seseorang membuka pintu kamar Jaehyun yang juga menjadi kamarnya.


"Well.. Well.. Well.. Apa ini? Apa mataku tidak salah melihat? Rosseane Park?"

Rose berbalik menoleh, "Erwin?"

"Kenapa keluarga Jung meninggalkanmu disini, Rose?" tanya Erwin.

"Apa maksudmu?"

"Kau tidak tau? Jeffrey, si keparat itu telah meninggalkan Rio semalam. Bersama seluruh ajudannya. Itulah kenapa aku bisa memasuki rumah ini dengan mudah. Masuk akal, bukan?"


Tidak! Rose tidak mau mempercayai apapun sebelum ia memastikannya sendiri. Tapi tunggu, bukankah tadi Jiho berkata bahwa Johnny juga tidak ada? Lalu surat tadi? Ah, sialan! Rose mendadak menjadi ketakutan.

Erwin berjalan mendekat dengan santai sampai berada dijarak satu meter dari tempat Rose berdiri. Sebelum mata Erwin menyadari sesuatu, Rose remas kertas tadi secara perlahan dalam genggamnya.


"Mau aku antar ke Venice? Mereka pergi kesana karena si sulung melangsungkan pernikahan"


Dengan tergesa Rose membuka ponselnya, mencari di berbagai portal berita digital tentang Krystal. Dan benar saja..

 Dan benar saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Monster In MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang