Sepasang sahabat yang dahulu terkenal sangat dekat lalu perlahan mulai retak dan berpisah kini dihadapkan sebuah masalah serius yang mau tidak mau melibatkan satu sama lain.
Jungkook menarik tangan Rose keluar restaurant, mengajaknya kesebuah gang kecil.
"Aku ingin penjelasan secara rinci langsung dari mulutmu. Katakan, apa saja yang Jaehyun lakukan padamu Ros?"
"Are you okay? Bagaimana dengan Krystal? Lalu Eunha?"
Tanya dibalas dengan tanya. Meski keduanya memang sedikit merenggang, tak menutup kemungkinan keduanya masih peduli satu sama lain. Apalagi Rose belum tahu kabar lanjutan tentang Jungkook selama menghadapi Krystal di Korea.
Melalui sorot mata Rose, Jungkook sudah paham bagaimana perasaan sahabatnya ini. Masih seperti sebelumnya, Jungkook akan memeluk Rose erat. Sangat erat karena kekhawatiran melebur menjadi satu bersama kerinduan.
"Aku.. takut, Kook"
"Aku disini. Apapun langkah yang kau tempuh, aku akan mendukungmu" jawab Jungkook dengan mengelus puncak kepala Rose.
"Ros, lihat mataku" Rose melepaskan pelukannya dan beralih menatap mata Jungkook.
"Apa kita menikah saja? Aku akan bertanggung jawab atas kau dan anak ini"
Rose sudah menduga ini. Dirinya sempat berfikir untuk menikahi Jungkook saja demi menjaga citranya. Tapi karena satu dan lain hal, sepertinya itu bukan keputusan tepat.
Bukan karena Jungkook tidak baik, justru karena Jungkook terlalu baik. Rose ingin berhenti menyeret Jungkook ke semua masalahnya. Yang Rose butuhkan adalah dukungan Jungkook, bukan pertanggung jawaban.
"Tidak, Kook. Aku akan membesarkan anak ini sendiri. Mungkin usulan Erwin ada benarnya, aku akan memanfaatkan Erwin disituasi ini. Seluruh Korea sudah tau kabar kencanku dengan Erwin kan?"
"Kau sudah mengenal Erwin dengan baik? Apa dia orang yang bisa kau percaya?"
Rose tersenyum, "Erwin tidak bisa membahayakanku karena Ayah dari anak ini. Kau tenang saja" jawab Rose sambil memegangi perutnya yang masih rata. Melalui secarik kertas yang Rose yakini dari Jaehyun tadi pagi, Rose percaya bahwa Jaehyun akan tetap melindunginya meski dari kejauhan.
"Kau masih berharap perlindungan dari Jung Jaehyun? Really, Rose?"
"Katamu kau akan mendukung apapun jalan yang kupilih kan? Aku akan atasi ini sendiri, Kook. Kau hanya perlu menjadi paman yang baik kedepannya" tawa Rose didengar Jungkook, ah rasanya sudah lama sekali tidak mendengarnya.
Jungkook ikut tertawa sebelum akhirnya Rose tersenyum dan memegang sebelah pipi Jungkook dengan tangan kurusnya.
"Kau jangan khawatir. Banyak teman diindustriku yang hamil bahkan sebelum menikah. Aku bukan yang pertama, Kook. Mungkin aku akan mendapat banyak kritik, tapi hanya sebentar. Aku bisa lalui itu. Dan aku masih bisa berpose di kamera, kan?"
Jungkook yang awalnya diam, ikut tersenyum "Aku selalu dipihakmu"
|Monster in Me|
Jaehyun meneguk lagi tequilanya entah ini botol keberapa. Pesta pernikahan sungguh membuatnya mati kebosanan. Ia juga tidak berniat menyapa seluruh keluarganya yang menjadi tamu undangan. Jaehyun hanya duduk di kursi bar station sendirian, menjauh dari kerumunan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monster In Me
FanficWhy don't we kill each other slowly? Squeeze a little tighter 'til we can't breathe. "What can I say? what can I do?" The monster in me loves the monster in you. [Update every monday]
