4. Luann Be Waluyo

134 4 15
                                        

Halo gaiss, tolong di vote dulu ya, hihi, biar gak lupa. Ngingetin aja aku mah.
Hehehe.
Selamat membaca.

ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

Eza terdiam, memikirkan kejadian malam itu.

Flash back on.

Malam itu Aletha, Ezra dan teman-teman tengah menikmati party kecil-kecilan atas keberhasilan salah satu temannya yang diterima menjadi karyawan di salah satu perusahaan.

Semuanya makan, minum, hingga berjoged bersama tanpa malu. Mereka juga memesan beberapa wine untuk memeriahkan party. Semuanya mabuk, tapi ada yang parah dan nge-fly saja.

Aletha suka sekali dengan alcohol, tapi karena ia disibukkan dengan pekerjaan, membuatnya jarang menikmati weekend.

Ezra melihat seorang lelaki menatap Aletha dari kejauhan, senyumnya nampak penuh napsu pada Aletha. Ezra menyuruh Aletha untuk duduk dan jangan banyak tangkah, ia takut lelaki itu akan menjadikannya mangsa.

Di ujung acara, mereka sudah dipastikan pulang dengan aman, karena menyewa orang untuk mengantar. Ezra dan Aletha pulang bersama dengan motor masing-masing.

Di pertigaan, Ezra belok ke kiri dan Aletha ke kanan. Di kaca spion Ezra, terlihat sebuah mobil mengikuti laju Aletha, Ezra pun tak jadi lurus ke rumahnya, melainkan mengikuti mobil tersebut.

Jebrud!

Karena tak focus ia menabrak pembatas Jalan, ditambah dalam keadaan mabuk. Beberapa warga membantu bahkan mengantarnya pulang ke rumah. Ia tak jadi mengukuti Aletha.

Flash back off.

Lanjut ke sambungan telpon.

"Kok lo diem, gue nanya?" Aletha bertanya lagi.

"Ah, sorry, waktu itu gue ama lo balik bareng, pas pertiggan gue belok, tapi gue ngerasa ada yang aneh, karena ada mobil di belakang lo. Gue jadinya puter balik ngikutin lo. Eh, goblok, gue malah nabrak, terus diangkut balik ama warga setempat."

"Ah, tolil, segala nabrak lo. Terus motor lo gimana?"

"Malah nanyain motor lagi, si Tolil, harusnya lo nanyain keadaan gue, Miskah?!"

"Hahahah, jadi lo kagak ada yang lecet?"

"Ada sih?"

Keduanya terdiam.

"Kok lo gak nanya?" Suara Ezra terdengar lagi.

"Gue udah tau, lo pasti pengen gue nanya, "apa yang lecet?" iya, kan? Males banget gue."

"Al, kok lo gak perhatian ama gue? Tapi pas pulang lo gak ngapa-ngapa, kan?"

"Gak papa, gue juga gak liat cowo yang lo bilang, masuk rumah aman-aman aja gue."

"Ah, yokatta."

*Yokatta = syukurlah.

Aletha terdiam, ia mengingat kejadian malam itu. Di pikirannya ia samar-samar melihat seorang lelaki yang melakukan itu padanya.

"Tha, lo masih di situ, kan?"

"Tha?"

"Tha, anjing, lo jangan bikin gue overthinking, lah!"

"Iya, Ra gue masih di mari. Ya udah, gue ngantuk, bye."

Tut, tut, tut.

Aletha menutup telpon, ia lemah ketika Erza mengatakan itu. Mungkin yang dikatakan Ezra ada benarnya, karena ia melihat seorang lelaki bermain di atas tubuhnya.

That Night (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang