Gais, lanjut ya.
ㄷㄷㄷㄷㄷ
Keduanya sampai di kediaman Hazan yang sepi. Dari luar terlihat bagus, tetapi ketika ke dalam, nampak tidak ada penghuni, usut punya usut Hazan adalah anak yatim piatu yang ditinggalkan harta warisan oleh kedua orang tuanya yang kaya raya.
Hazan yang memang tipe orang jarang bicara, bahkan menyuruhnya masuk ke kamar juga dengan uluran tangan ke arah kamar.
"Ale!" panggilnya sambil berlari dan memeluk Aletha.
"Gimana keadaan lo?" tanya Ezra khawatir.
"Aku baik, kamu?" Senyum manis ditunjukannya.
"Gue masih idup. Makan apa lo?"
"Bubur buatan Hazan, mau?"
Ezra awalnya tersenyum bahagia, tetapi melihat sikap Aletha membuatnya mendatarkan bibir.
"Kamu kenapa? Kamu sahabat aku kan? Tenang aja, Hazan udah ceritain kamu ke aku, walau gak semua, makanya aku langsung akrab," ujar Aletha ramah.
"Agak aneh gak sih, Yang?" Ezra menoleh pada kekasihnya yang berdiri di sampingnya.
"Emp, iya sih, dia kan pecicilan, sama kaya kau," sahut Arka benar.
"Hazan, lo apain sahabat gue?" sergah Ezra.
"Gak diapa-apain, aku cuma bilang ke dia kalo dia itu orangnya ramah, dan baik hati, terus dia punya pacar aku, dan sahabatnya Erza udah itu aja, karena Aletha keburu sakit kepalanya, jadi cerita sedikit," ungkapnya sesuai apa yang dicetirakan tadi pada Aletha.
"Bener, Tha?" Ezra menoleh pada Aletha lagi.
"He'em," angguknya yakin.
"Heem apaan?"
"Heem kalo Hazan cerita segitu."
"Bukan itu maksud gue."
Tuwing!
Telunjuk Ezta menoyor kening Aletha. "Maksud gue bener cowo itu pacar lo. Lo gak pernah cerita, masalahnya."
Mata Aletha melirik pada Hazan.
"Sebenernya kita baru beberapa bulan, tapi Ale memang nutupin hubungan kita, termasuk sahabatnya sendiri," sela Hazan.
"Ah, gitu ya," angguk Ezra tak yakin.
"Zan, di rumah lo ada makanan apa? Laper gue," kata Ezra tanpa urat malu.
"Heh, Sayang, kamu baru ke sini udah minta makan aja, malu-maluin ah," bisik Arka mencubit lengan kekasihnya.
"Awh, sakit Ayang. Emang kenapa sih, dia kan pacar Ale, berarti dia temen aku sekarang?" dalih Ezra manja.
"Emang begitu ya, Le?"
"Boleh," sahut Aletha manggut samar.
"Berati aku juga boleh minta dibeliin jajanan sama ... pacar Ezra siapa?" sambung Aletha dan bertanya.
"Ah, si Kunyuk ini namanya Mangki." Ezra menarik tangan Arka untuk bersalaman dengan Aletha.
Tak!
"Aw!" jerit Ezra menyentuh kepalanya.
"Kebiasan kalo ngenalin aku namanya Mangki," rajuk Arka setelah mengetuk kepala Ezra.
"Emang iya, kamu Mangki," sarkas Ezra manyun, hingga kedua pipinya mengembul.
"Hahahh, Ezra lucu ya, ahahah, ahahha." Aletha tertawa terpingkal-pingkal hingga menekan perutnya karena sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
That Night (Tamat)
RomanceSeorang perempuan yang kehilangan harta berharganya setelah kehilangan kesadaran. Beranggapan bahwa itu hanyalah mimpi belaka. Namun anehnya mimpi itu selalu berkeliaran di benaknya. Entah siapa lelaki yang ada dalam mimpi itu. Tidak ada yang tahu s...
